Husen : Belum Ada Sekolah di Kabupaten/Kota di Maluku Capai 80 Persen Persyaratan Untuk BTM Terbatas

  • Whatsapp

SNI.ID,AMBON :Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Husen S.Pd, M.pd, mengatakan bahwa, Untuk Kota Ambon progresnya sangat besar, Dua minggu kemarin belum ada sekolah di kabupaten/kota yang mencapai 80 persen dalam persyaratan untuk tatap muka terbatas.

” Untuk guru dan siswa di vaksin minimal 80 persen dari total jumlah keseluruhan jadi kalau gurunya 100 orang minimal 80 orang, kalau siswanya 100 minal 80 orang sudah di vaksin,” lanjutnya

Data terkahir kita belum dapatkan, kita dapatkan per Persentasenya. Terakhir yang di dapatkan sudah 80 persen itu SMA 1 Ambon, karena Mereka merupakan pusat pelaksanan Vaksin di sekolah sekolah yang dilaksanakan oleh BIN daerah,”ungkapnya kepada Wartawan saat di Konfirmasi Fia Telpon pada rabu (13/10/2021)

“SMA siwalima sudah di atas 80 persen untuk guru dan siswa Kalam kudus, dan yang lainnya sudah ada banyak prediksi kan bahwa sudah lebih dari 80 persen, cuman karena angkanya kita belum dapatkan,” nambahnya

Menurutnya, hasil vaksin dari siswa harus dilaporkan ke skolah karena pelaksanaan Vaksin kan tidak di satuan satuan pendidikan tetapi dilaksanakan di tempat tempat vaksinasi secara umum.

” Hasil vaksin harus di laporkan orang tua dengan cara menyurati sekolah bahwa murid sekolah tersebut sudah sudah selesai melaksanakan vaksin, kemudian di data sekolah dan di berikan kepada kami,” tukasnya

Ia berharap, di minggu awal besok hasil presentasi terakhir di Kota Ambon dan kabupaten lain segera di ketahui.

” Belum bisa tatap muka terbatas ini, kita harus menunggu intruksi dari dinas pendidikan dulu, target kita salah satunya adalah bahwa kalau bisa di satukan, semua sekolah di kabupaten/kota beraktivitas di saat yang sama. jangan hanya sekolah satu sehingga menjadi pertanyaan bagi Sekolah lain,” lanjutnya lagi.

Baca Juga:  Pangkoarmada III Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksin Masyarakat Pulau Saparua

Selain itu, walaupun beberapa sekolah sudah siap beraktivitas, tapi masih banyak hal yang harus di persiapkan oleh pihak sekolah.

“Misalnya persoalan presentase berapa- berapa dulu yang akan masuk, berapa jumlah guru dan juga berapa mata pelajaran dalam sehari,” tutupnya.(SNI-06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *