PT. Pelni Tetap Lakukan Evaluasi Terkait Pembuangan Sampah ke Laut

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : PT.Pelni Cabang Ambon tetap melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus yang terjadi terutama masalah pembuangan sampah di laut oleh kapal-kapal penumpang, agar jangan terulang lagi seperti kasus kapal perintis KM.Sabuk Nusantara (Sanus) 106 yang sementara ini lagi ditangani persoalannya oleh PT.Pelni.

“Pelni Cabang Ambon tegas dalam pencemaran laut, kita tidak kompromi, kita tetap laksanakan sosialisasi, karena itu saya tidak yakin kalau ABK KM.Sanus 106 telah membuang sampah ke laut pada saat dalam pelayaran dari pelabuhan Werinama (Pulau Seram) menuju pelabuhan Banda tanggal 8 Januari 2024,” kata Kepala Operasi Pelabuhan PT.Pelni Cabang Ambon, M.Assagaff usai menemui para aksi demo dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Ambon, di Kantor Pelni Cabang Ambon, Jumat (19/1/24).

Oleh sebab itu hasil dari orasi para Mahasiswa akan disampaikan ke Pimpinan PT.Pelni Cabang Ambon maupun Pimpinan Pelni Pusat, sebab kita di Cabang tidak lalu memecat begitu saja sesuai permintaan pendemo, kita harus memiliki dasar, harus Pelni Pusat yang menentukan, keputusannya seperti apa.

Assagaff mengatakan, kita sudah menyerahkan bukti-bukti terkait masalah kasus itu, dan kita tetap proaktif bahwa hal ini sebenarnya bukan kesalahan Pelni, dan juga kapal-kapal karena memang sudah dibuktikan dengan CCTV dan klarifikasi dari penumpang sendiri yang membuang sampah.

“Apapun hasilnya kita tetap lakukan evaluasi kasus-kasus seperti ini agar kedepan jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Assagaf menganggap sangat wajar kalau dari pihak Mahasiswa menuntut dengan poin-poin tertentu, dan memberikan apresiasi, karena itu akan pihaknya tindaklanjuti seperti apa kedepan, sebab para mahasiswa ini meminta waktu untuk diklarifikasi lagi.

Para Mahasiswa dalam orasinya yang dipimpin Jenderal Lapangan (Jenlap) Riski A.K.Rumata, Dandy A. Hakim, dan juga Korlap masing-masing M.Basir Tuhepaly dan Rifaldi Loilatu membacakan lima pernyataan yang dikemukakan ke PT.Pelni Cabang Ambon.

Baca Juga:  Wakil Dubes Australia Kunjungi Polda Maluku

Pernyataannya yakni pertama meminta pertanggung jawaban dari PT.Pelni Cabang Ambon atas pencemaran lingkungan yang terjadi di perairan Maluku. Kedua meminta Nakhoda dan awak kapal kapal KM.Sanus 106 untuk di pecat. Ketiga meminta KM.Sanus 106 dicabut izin operasionalnya selama masih di nakopdai oleh Kapten dan awak kapal yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan.

Ke empat meminta Dirut PT.Pelni untuk memecat Kepala Operasi PT.Pelni Cabang Ambon, dan kelima meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Landasan hukumnya: Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang penanganan sampah laut. UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran. PP Nomor21 Tahun 2010 tentang perlindungan lingkungan maritim. dan PM.Perhubungan Nomor29 Tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *