Lapas Saparua Lakukan Perbaikan Berbagai Fasilitas, Pelatihan Kemandirian Akan Dilaksanakan 2026

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot mengungkapkan berbagai perbaikan telah dilakukan sejak ia menjabat pada bulan Mei tahun ini, sehingga Lapas Saparua mulai mendapatkan perubahan wajah.

Beberapa pekerjaan yang tengah berprogres antara lain pengecatan kantor dan blok kamar penghuni, perbaikan pos menara depan dan belakang yang rusak berat, perbaikan atap zenk yang bocor, serta penggantian kawat duri pagar dan kawat pembatas blok bagian dalam dengan yang baru. Progres yang belum selesai tahun ini akan dilanjutkan ke tahun 2026.

Menariknya, Kalapas menyampaikan bahwa Lapas Saparua tidak mengalami over kapasitas, melainkan malah kekurangan warga binaan. Lapas yang memiliki kapasitas maksimal 40 orang hanya terisi 13 orang saat ini.

“Jadi malah kita kekurangan warga binaan,” ujarnya, Kepada media ini, Sabtu (21/12/25).

Untuk meningkatkan kemandirian warga binaan, pihak lapas telah menjalin koordinasi dengan Balai Formasi dan Pelatihan Teknis (BFPT) Provinsi Maluku di Ambon. Rencananya tahun 2026 akan diberikan pelatihan kemandirian, yang diakhiri pemberian sertifikat guna memudahkan mereka mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pidana.

Pemenuhan hak-hak dasar warga binaan juga dijamin sesuai standar pusat, mulai dari makan dan minum hingga layanan kesehatan. Tersedia poliklinik dengan perawat, serta kerjasama dengan Puskesmas dan Rumah Sakit Umum (RSU) Saparua untuk kebutuhan rujukan. Hak beribadah juga diperhatikan melalui kerja sama dengan Klasis P.P. Lease dan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk umat muslim.

Namun, Kalapas mengajak dukungan pemerintah khususnya Kementerian Hukum dan HAM terkait sarana yang masih kurang, seperti mobil ambulans dan mobil minibus transportasi untuk pemindahan narapidana dari Ambon ke Saparua. Selama ini, pihak lapas harus menyewa kendaraan, yang mengganggu efisiensi dan keamanan.

Baca Juga:  Danrem 151/Binaiya Kunjungi Koramil Terluar Sebagai Wujud Perhatian

Karena lahan lapas sangat kecil, pihaknya juga sedang mencari lahan sekitar untuk program ketahanan pangan dalam rangka kemandirian bidang pertanian.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban Donny D. Lekatompessy menyatakan situasi kamtibmas di lapas sangat baik dan aman. Mayoritas warga binaan adalah warga asli Saparua, sehingga tidak ada peristiwa yang mengganggu stabilitas keamanan.

Harapan kedepan, Lapas Saparua diharapkan semakin berkembang dengan realisasi berbagai perjanjian kerjasama untuk melayani kebutuhan dasar warga binaan yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *