OJK Maluku Gelar Festival Kreasi Inklusi 2025, Dorong Akses Keuangan Setara bagi Penyandang Disabilitas

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar Festival Kreasi Inklusi dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025, dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Ramah dan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas demi Mendorong Kemajuan Sosial dan Peningkatan Akses Keuangan yang Setara.”

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai komunitas serta pelaku usaha penyandang disabilitas di Kota Ambon, bertempat di Mall ACC Passso, Sabtu (6/12/25).

Turut hadir Walikota Ambon Drs. Bodewin Wattimena, M.Si, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon drg. Wendy Pelupessy, M.Kes, Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan, seluruh pembina Sekolah Luar Biasa serta para penyandang disabilitas.

Plh. Kepala OJK Provinsi Maluku, Novian Suhardi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala OJK Maluku, Andi Muhamad Yusuf, yang sedang menjalankan tugas dinas di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Novian memberikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon bersama Ketua TP PKK Kota Ambon yang hadir langsung dan mendukung penuh kegiatan tersebut.

Menurutnya, komitmen Pemerintah Kota Ambon terhadap inklusi sosial dan penyediaan akses ramah disabilitas sejalan dengan upaya OJK dalam penguatan inklusi keuangan di daerah.

“Jargon Beta Par Ambon – Ambon Par Samua adalah bukti nyata visi besar Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan akses yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Novian.

Ia menegaskan bahwa OJK menjunjung tinggi prinsip No One Left Behind sebagai dasar dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan. Seluruh lembaga jasa keuangan perbankan, pembiayaan, asuransi, pegadaian hingga pasar modal didorong untuk memastikan layanan yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

Novian juga memaparkan perkembangan positif tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Indeks inklusi keuangan meningkat dari 75,02% pada 2023 menjadi 80,51% pada 2024. Sementara itu, indeks literasi keuangan naik dari 65,43% menjadi 66,46% pada periode yang sama.

Baca Juga:  Pernyataan Berubah-ubah, Kepala SRMA 40 Ambon Diduga Lindungi Pelaku Kekerasan

Ia menjelaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan salah satu dari 10 sasaran prioritas SNLIK 2021–2025, bersama kelompok perempuan, pelajar, UMKM, masyarakat 3T, pekerja, profesi, petani/nelayan, TKI/calon TKI, dan komunitas lainnya.

Melalui kegiatan ini, OJK kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses keuangan yang setara, sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk hak atas layanan keuangan.

OJK juga telah meluncurkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA) sebagai panduan lembaga keuangan dalam menyediakan layanan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Novian menambahkan, peringatan Hari Disabilitas Internasional harus menjadi momentum memperkuat kepedulian dan perlindungan bagi penyandang disabilitas, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan serta kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

Di akhir sambutan, Novian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak pendukung dan mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat inklusif.

“Ingat selalu nasehat mama, nasehat untuk rukun hidup basudara. Mari katong baku gandeng bersama, wujudkan masyarakat Ambon yang inklusif dan setara,” tutupnya.

Festival Kreasi Inklusi 2025 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, aksi kreasi, talkshow, serta showcase produk UMKM dari pelaku usaha penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang apresiasi dan wadah kreativitas bagi peserta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *