Hampir Dua Bulan Krisis Air, Warga Kufar Rela Jalan 8 Kilometer Demi Air Bersih

SNI.ID, SERAM BAGIAN TIMUR — Kekeringan berkepanjangan membuat warga Desa Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten Seram Bagian Timur, harus menghadapi krisis air bersih selama hampir dua bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar 7-8 kilometer pulang pergi dari Kufar menuju Saruba hanya untuk mendapatkan air bersih.

Wakil Pemerintah dan masyarakat Desa Kufar, Sahaka Ernas, yang juga Ketua BUMDes Kufar, mengatakan kondisi tersebut semakin sulit karena persediaan air di wilayah mereka terus menipis.

“Selama hampir dua bulan masyarakat untuk mendapatkan air bersih harus berjalan kaki 7-8 kilometer pulang pergi Kufar-Saruba. Air itu digunakan untuk kebutuhan memasak dan minum,” kata Sahaka, kepada media ini, Senin (31/8/26).

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat kemudian mendapat kabar bahwa Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku akan menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kufar.

Bantuan itu akhirnya tiba dan langsung disambut antusias warga.

Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi distribusi dengan membawa jeriken, ember dan galon untuk mengangkut air dari profil tank yang ditempatkan di atas kendaraan L300 yang disiapkan BWS Maluku.

Sahaka mengatakan kehadiran bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

“Masyarakat sangat senang dan bersyukur. Dengan adanya bantuan air bersih ini, masyarakat merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat berharap persoalan air bersih di Desa Kufar tidak hanya diselesaikan melalui bantuan sementara.

Mereka mengusulkan pemerintah membangun sarana air bersih dengan sumber air permanen sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Menurut Sahaka, ketersediaan air tidak hanya penting untuk kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Agama, Pangdam Kunjungi Imam Besar Masjid Al-Fatah

Air tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengolahan sari pati sagu serta mendukung aktivitas pertanian warga.

“Kami mengusulkan agar ada pembangunan air bersih sebagai sumber tetap. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sari pati sagu dan lahan pertanian,” katanya.

Atas bantuan tersebut, masyarakat Desa Kufar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Ritiauw serta jajaran BWS Maluku di bawah kepemimpinan Ruslan Malik.

Sahaka menilai kehadiran BWS Maluku di tengah kesulitan warga merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kemanusiaan, terlebih Desa Kufar berada di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup jauh.

“Bantuan ini bukan sekadar membagikan air bersih. Ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang akan terus diingat masyarakat dan menjadi ladang pengabdian. Di masa sulit dengan kondisi geografis yang jauh, BWS Maluku hadir melayani,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *