SNI.ID, AMBON – Wakil Ketua Umum Pemuda Amalatu (PAMA), Moh. Ridwan, membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut Kasatker P2JN (perencanaan dan pengawasan jalan) Balai Pelaksana Jalan Nasional Maluku, Julia O. Joris, membuat perencanaan proyek di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dilakukan secara amburadul.
Menurut Ridwan, tuduhan tersebut tidak berdasar dan justru menyesatkan publik karena seluruh proyek infrastruktur yang dikerjakan BPJN Maluku telah melalui proses kajian dan perencanaan yang matang.
“Perkembangan pembangunan infrastruktur di BPJN Maluku sudah membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Setiap proyek, baik pembangunan jalan maupun jembatan, direncanakan secara matang dan penuh kehati-hatian,” kata Ridwan dalam keterangannya, Rabu (1/7/26).
Ia menjelaskan, setiap proyek di BPJN Maluku disusun berdasarkan kajian teknis, survei lapangan, hingga studi kelayakan (feasibility study).
Proses tersebut dilakukan agar pembangunan yang dilaksanakan memiliki kualitas, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ridwan juga membantah tudingan yang diarahkan kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Perencanaan BPJN Maluku, Julia O. Joris.
Menurutnya, Julia O. Joris merupakan putri daerah yang telah lama berkarier di BPJN Maluku dan memiliki pengalaman dalam bidang perencanaan infrastruktur.
“Selama ini Ibu Julia bekerja secara profesional, kompeten, dan selalu mengedepankan kualitas dalam setiap perencanaan proyek infrastruktur. Karena itu, tudingan yang menyebut perencanaan proyek di BPJN Maluku amburadul sama sekali tidak benar dan menyesatkan,” ujarnya.
Ridwan menilai, Julia telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur di Maluku, khususnya pembangunan jalan dan jembatan.
Ia pun mengajak semua pihak untuk menyampaikan kritik secara objektif dan berdasarkan data serta fakta, bukan membangun opini yang dapat menyesatkan masyarakat.
“Kritik tentu sah dalam negara demokrasi, tetapi harus disampaikan berdasarkan fakta dan data yang valid agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” tutupnya.









