Jelang Paskah, Ketua TIM PKK Tinjau Taman Toleransi

  • Whatsapp

SAUMLAKI, SNI.ID : Disekitar jalan Desa Tumbur hingga Tanimbar, nampak terlihat dengan bertebarannya taman toleransi di pusat kota maupun desa-desa pinggiran lainnya.

Dimana telah terpasang ornamen-ornamen keagamaan, seperti miniatur-miniatur mesjid, ornamen masa Pra Paskah dan Paskah dan lain-lain yang ditata rapi di tengah taman.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dikenal sebagai kota yang paling toleran antar agama di Indonesia. Bagaimana tidak, meskipun mayoritas penduduknya beragama Kristen, KKT mampu dan sukses menyelenggarakan ivent bagi umat Muslim yang hanya empat persen.

Selain itu juga dibuktikan pada saat suatu agama mengadakan hari raya, agama lain menghormati bahkan ikut menjaga serta beracara bersama sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

Menurut pantauan media ini, Minggu (3/4/22) masyarakat terlihat senang dengan ornamen MTQ yang masih terpasang, karena menjadi spot foto yang menarik bagi mereka. Apalagi saat ini umat muslim telah memasuki bulan Ramadhan.

Ketua Tim Penggerak PKK KKT Ny. Joice Fatlolon, saat meninjau taman-taman toleransi dari Desa Tumbur hingga pusat kota mengatakan beruntung Tanimbar mempunyai toleransi yang luar biasa baik. Sehingga biarpun sekarang umat Kristen telah memasuki minggu-minggu sengsara, toleransi itu tetap berjalan dan tetap saling menghormati.

Menurutnya, toleransi tinggi masyarakat Tanimbar juga telah dibuktikan dengan kehidupan harmonis antar pemeluk agama. Jadi, bukan sekedar ornamen-ornamen keagamaan tapi sudah dibuktikan dengan pola hidup keseharian masyarakat Duan Lolat yang menjunjung tinggi toleransi.

“Kalau pembuatan taman toleransi ini menunjukan nilai toleransi yang sangat tinggi. saya akan diberikan reward atau penghargaan kepada peraih taman toleransi terbaik. Hadiah pun cukup besar, dimana juara pertama diberikan uang tunai senilai Rp10 juta, juara kedua Rp7.500.000, dan juara tiga Rp5 juta,”ujarnya.

Baca Juga:  Pangdam Hadiri Upacara Hari Pancasila Secara Virtual

Ia menambahkan kriteria penilaiian telah ditetapkan, intinya ada nilai toleransi didalamnya.

“Kriterianya harus ada ucapan MTQ dan Paskah, terus harus ada tempat cuci tangan, tempat sampah yang berkaitan dengan protokol covid-19,” tandasnya. (SNI-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.