Dari Akor ke Asa, Lapas Saparua Teruskan Pembinaan Alat Musik

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan melalui kegiatan positif dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan keahlian alat musik Gitar yang dilaksanakan di ruang pembinaan Lapas Kelas III Saparua. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan mengembangkan minat, bakat, serta kreativitas warga binaan agar dapat dimanfaatkan secara positif selama menjalani masa pidana. Selasa (6/1/26).

Pembinaan keahlian alat musik tersebut diberikan oleh peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025, Ririn Aseity C. Ralahalu, dengan pengawasan langsung oleh petugas jaga Lapas Kelas III Saparua. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat antusiasme dari warga binaan yang mengikuti pembinaan.

Pada awal kegiatan, pembinaan diawali dengan evaluasi terhadap materi dasar gitar yang telah diberikan sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kemampuan warga binaan dalam memainkan gitar, khususnya dalam mengombinasikan akor, berpindah dari satu akor ke akor lainnya, serta teknik menggenjreng dan memetik gitar. Dari hasil evaluasi tersebut, diketahui bahwa kedua warga binaan sudah mampu berpindah akor dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dalam teknik memetik gitar agar permainan menjadi lebih rapi dan seimbang.

“Dari evaluasi hari ini, warga binaan sudah bisa berpindah akor dengan baik. Namun dalam teknik memetik gitar masih perlu dilatih secara rutin,” ucapnya.

Setelah pelaksanaan evaluasi, Ririn Aseity C. Ralahalu melanjutkan pembinaan dengan mengajarkan materi lanjutan berupa Akor G dan variasinya. Materi ini diberikan untuk memperkaya kemampuan permainan gitar warga binaan sekaligus melatih kelenturan jari serta ketepatan penempatan akor melalui latihan bertahap dan pendampingan langsung.

Baca Juga:  Kapolda Maluku Tinjau Pos Pengamanan Stain–Arbes Ambon

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa pembinaan alat musik yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi media berekspresi bagi warga binaan, di samping melatih keahlian bermain musik.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang positif bagi warga binaan untuk menyalurkan emosi, minat, dan kreativitas secara konstruktif.

“Melalui pembinaan alat musik, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis bermain musik, tetapi juga memiliki sarana berekspresi yang sehat dan membangun,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan musik juga berperan dalam membentuk sikap disiplin, kepercayaan diri, serta kebersamaan antarwarga binaan.

Oleh karena itu, Lapas Kelas III Saparua berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan pembinaan alat musik sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *