SNI.ID, SAPARUA : Kepolisian mengimbau masyarakat di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul insiden kesalahpahaman antar pemuda yang berujung pengeroyokan di Pesisir Pantai Benteng Duurstede, Negeri Saparua, Minggu (4/1/2025) sore.
Kapolsek Saparua AKP Semmi J. Leimena, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, kejadian bermula dari cekcok antara pemuda Negeri Tuhaha yang sedang berekreasi dengan pemuda asal Negeri Tiouw, yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.
“Terjadi kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian dan pengeroyokan. Saat ini seluruh rangkaian kejadian masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolsek Saparua kepada media ini via telepon seluler, Senin (6/1/2025).
Insiden tersebut sempat memicu reaksi warga Negeri Saparua yang menilai salah satu korban justru menjadi sasaran pengeroyokan saat berupaya melerai. Warga sempat melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes, namun situasi berhasil dikendalikan aparat kepolisian.
Untuk mencegah meluasnya konflik, polisi melakukan pengamanan dan evakuasi terhadap warga Negeri Tuhaha, khususnya perempuan dan anak-anak, serta mengamankan seorang pemuda yang sempat terjebak di rumah warga. Selanjutnya, rombongan warga Negeri Tuhaha dipulangkan ke negerinya dengan pengawalan ketat aparat.
Kapolsek Saparua mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia memastikan, hingga saat ini kondisi keamanan di wilayah Saparua terpantau aman dan terkendali pascakejadian. (*)










