Siri Sori Amalatu Jalankan Prosesi Tutup Baileo, Warisan Leluhur Kembali Dihidupkan

  • Whatsapp

SNI. ID, SAPARUA TIMUR : Prosesi adat Tutup Baileo Negeri Siri Sori Amalatu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, memasuki acara puncak, Jumat (10/4/2026).

Rangkaian kegiatan adat ini diawali dengan pelepasan atap Baileo yang dilakukan warga sekitar pukul 07.30 WIT.

Prosesi tutup Baileo ini merupakan tradisi turun-temurun yang telah dilaksanakan masyarakat Negeri Siri Sori Amalatu sebagai bentuk pelestarian adat istiadat.

Sebelum acara puncak digelar, telah dilakukan pertemuan bersama masyarakat terkait maksud pelaksanaan tutup Baileo.

Selanjutnya dilakukan pertemuan bersama tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala-kepala soa, bersama Upulatu Negeri Siri Sori Amalatu guna menentukan waktu pelaksanaan prosesi tersebut.

Dalam proses adat, pada Jumat (10/4/2026) juga dilakukan pengambilan honuhotul atau ahuneng, yakni tunjang atau akar pohon beringin yang menjadi simbol keyakinan para leluhur.

Masyarakat meyakini, ahuneng merupakan lambang para leluhur yang mempercayai bahwa Tuhan hadir di mana saja, bisa di pohon beringin, bisa pula di batu.

Kepercayaan itu disebut berasal dari leluhur Simanole yang mendapat berkat dari orang tua-tua Seram melalui pohon beringin, sehingga tradisi tersebut terus dilestarikan sampai sekarang.

Tahapan selanjutnya yakni penjemputan Upulatu Negeri Siri Sori Amalatu oleh tua-tua adat bersama regu cakalele di kediamannya.

Setelah itu dilakukan pelepasan atap pertama atau paramasang oleh Upulatu Negeri Siri Sori Amalatu, kemudian dilanjutkan pembongkaran atap Baileo oleh kepala soa dan anak-anak soa.

Atap paramasang kemudian dibuang oleh regu cakalele ke labuang manuhua.

Usai pembongkaran atap Baileo, prosesi dilanjutkan dengan pelepasan ahuneng, yang kemudian juga dibuang ke labuang manuhua.

Setelah rangkaian pembongkaran selesai, prosesi akan dilanjutkan dengan pemasangan ahuneng yang baru.

Kemudian dilanjutkan pemasangan atap pertama (paramasang) oleh Upulatu Negeri Siri Sori Amalatu, serta pemasangan atap oleh anak-anak soa yang mengelilingi Baileo hingga seluruh proses selesai.

Baca Juga:  Pemkot Kucurkan Bantuan Keuangan Bagi Partai Politik

Salah tokoh masyarakat Siri Sori Amalatu Ais Matulessy  menegaskan seluruh rangkaian adat tersebut merupakan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Bahwa seluruh rangkaian prosesi adat Tutup Baileo merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang, “tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *