SNI.ID, AMBON – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menggelar sosialisasi sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui kegiatan temu wartawan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, bersama dua narasumber, yakni Roynald Obed Hehanussa yang menyampaikan materi terkait Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan perlindungan konsumen, serta Athufail Araafi Soeripto yang memaparkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam sambutannya, Dhita menyampaikan apresiasi kepada insan media yang dinilai selama ini berperan aktif menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung tugas Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menyampaikan kebijakan kepada publik.
“Media memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu Bank Indonesia menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, baik terkait inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun kegiatan-kegiatan strategis lainnya,” ujar Dhita.
Dhita juga mengungkapkan kedekatannya dengan dunia jurnalistik karena pernah berkarier di bidang media sebelum bergabung dengan Bank Indonesia. Pengalaman tersebut, kata dia, membuatnya memahami pentingnya penyajian informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi saat ini, kolaborasi antara BI dan media menjadi semakin penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan edukatif.
Selain itu, Dhita turut menyinggung sejumlah agenda ekonomi daerah yang akan digelar dalam waktu dekat, seperti Salam Fest dan Baileo Fest yang masuk dalam rangkaian G-Fest pada 16–18 April 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Maluku.
Melalui kegiatan temu wartawan ini, BI Maluku berharap para jurnalis memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait sistem pembayaran digital, termasuk penggunaan QRIS, serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat semakin luas dan edukatif.
“Kedepan, kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang transparan dengan rekan-rekan media, sekaligus menerima berbagai masukan demi mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” kata Dhita.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat literasi masyarakat terhadap sistem keuangan digital serta meningkatkan kepercayaan publik terkait perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.










