SNI.ID, AMBON – Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara menerima kunjungan edukasi dari siswa-siswi SMA Negeri 13 Ambon, Senin (20/4/26), di Kantor Pergudangan Bulog Ambon.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman langsung kepada para pelajar terkait peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung program swasembada pangan.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Rudi Senawi Tahir, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya swasembada pangan yang saat ini terus didorong pemerintah.
“Kedatangan siswa-siswi SMA Negeri 13 Ambon ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan edukasi kepada mereka bahwa Bulog memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo, Menko Pangan, para menteri, hingga Direktur Utama Bulog,” ujar Rudi, Senin.
Ia menyebutkan, saat ini Indonesia telah mencapai angka hampir 5 juta ton stok beras secara nasional.
Capaian tersebut, kata Rudi, patut dibanggakan karena menunjukkan peningkatan ketahanan pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Indonesia sudah sampai mendekati angka 5 juta ton. Ini patut kita bangga,” katanya.
Dalam kunjungan itu, pihak Bulog juga menjelaskan proses pengadaan beras hingga masuk dan tersimpan di gudang Bulog. Mulai dari asal beras, mekanisme pengadaan, hingga peran Bulog dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan.
“Kami jelaskan bagaimana proses beras itu masuk hingga tersimpan di gudang Bulog, supaya mereka bisa mengetahui langsung bagaimana sistem distribusi dan penyimpanan pangan nasional berjalan,” jelasnya.
Rudi menegaskan Bulog bekerja secara terbuka dan transparan agar masyarakat memahami proses pengelolaan stok pangan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Bulog tidak menutupi informasi apa pun. Semua proses dilakukan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, stok beras untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara saat ini mencapai 15 ribu ton. Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Stok khususnya di Maluku dan Maluku Utara mencapai 15 ribu ton. Ini bisa mencukupi sampai enam bulan ke depan,” katanya.
Ke depan, Bulog berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan edukasi seperti ini, terutama bagi masyarakat dan pelajar.
Sementara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 13 Ambon, Kesya Mekar Ode Subikja, mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru bagi para siswa.
Ia mengatakan, siswa-siswi jadi mengetahui bahwa Bulog memiliki standar tertentu dalam penyimpanan beras.
“Dari kunjungan ini kami jadi tahu bahwa di dalam gudang Bulog ternyata ada standar-standar tertentu dalam penyimpanan beras. Kalau beras tidak sesuai standar, maka tidak akan disalurkan,” ungkap Kesya.
Selain itu, Kesya juga baru mengetahui bahwa Bulog tidak hanya mengelola beras, tetapi juga menjual produk lain seperti minyak goreng.
“Kami juga baru tahu ternyata Bulog punya produk lain, salah satunya minyak goreng ‘Minyak Kita’,” katanya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bulog yang telah mengundang para siswa untuk melihat langsung proses penyimpanan pangan di gudang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog yang telah mengundang kami siswa-siswi SMA Negeri 13 Ambon untuk berkunjung dan melihat langsung proses penyimpanan serta pengelolaan pangan di Gudang Bulog,” tutupnya.










