OJK Maluku Cetak Guru Jadi Duta Literasi Keuangan, Bentengi Pelajar dari Pinjol Ilegal

SNI.ID, AMBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku membekali guru SMP/MTs di Kota Ambon dengan pengetahuan literasi keuangan sebagai langkah membentengi generasi muda dari pinjaman online (pinjol) ilegal dan penipuan digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) dan pengenalan Modul Ajar Literasi Keuangan bagi guru mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTs se-Kota Ambon.

Kegiatan yang digelar pada 14 Juli 2026 itu diikuti sebanyak 45 guru. Program tersebut merupakan hasil sinergi OJK Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, dan Kementerian Agama Kota Ambon.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Bulan Literasi Keuangan 2026 sekaligus mendukung implementasi program BETA KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan finansial generasi muda sejak dini.

“Bapak dan Ibu Guru kami harapkan menjadi penggerak Duta Literasi Keuangan yang mampu membangun generasi muda cerdas keuangan melalui edukasi yang terstruktur serta pembentukan karakter para murid,” ujar Haramain.

Menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas mengajarkan cara mengelola keuangan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada siswa dan masyarakat mengenai berbagai risiko di sektor jasa keuangan.

Guru diharapkan mampu mengedukasi generasi muda agar waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal, investasi bodong, hingga berbagai modus penipuan transaksi keuangan yang terus berkembang.

“Mari menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat agar cerdas mengelola keuangan, berani mengatakan tidak terhadap aktivitas keuangan ilegal, dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan di sektor jasa keuangan,” tegasnya.

Dibekali Modul Ajar Literasi Keuangan

Dalam pelatihan tersebut, para guru dibekali pemahaman mengenai literasi keuangan sekaligus cara mengimplementasikan Modul Ajar Literasi Keuangan dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga:  Besok, Bupati dan Wakil Bupati MBD Terpilih Dilantik

Modul tersebut sebelumnya telah diluncurkan oleh Wali Kota Ambon pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026.

Kehadiran modul ini diharapkan membuat materi literasi keuangan dapat diterapkan secara lebih terstruktur dalam pembelajaran di sekolah.

Kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Ambon, serta pelaku industri jasa keuangan.

Mereka di antaranya berasal dari Bank Maluku dan Maluku Utara, Bank Syariah Indonesia, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Maluku, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Pegadaian Cabang Ambon, dan Adira Finance Cabang Ambon.

Melalui program tersebut, OJK Maluku berharap literasi keuangan tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi berkembang menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda diharapkan semakin bijak dalam mengelola uang, kritis terhadap berbagai tawaran investasi, serta tangguh menghadapi tantangan ekonomi digital.

“Lawan pinjol ilegal dan penipuan dimulai dari sekolah! OJK Maluku membekali guru-guru SMP/MTs menjadi Duta Literasi Keuangan agar mampu mencetak generasi yang cerdas mengelola uang, bijak berinvestasi, dan terlindungi dari kejahatan finansial,” tegas Haramain.

Menurutnya, pendidikan keuangan yang diberikan sejak dini merupakan investasi penting untuk membangun masa depan Maluku yang lebih cerdas dan tangguh secara finansial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *