Organisasi Ojek Negeri Porto Kembali Aktif, Polsek Saparua Dorong Tertib Berlalu Lintas

SNI.ID, SAPARUA — Persekutuan Organisasi Ojek Negeri Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar ibadah perdana sekaligus mempererat sinergitas dengan jajaran Polsek Saparua.

Kegiatan yang berlangsung di pangkalan ojek Negeri Porto, Jumat (28/8/2026), tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi terkait keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan keselamatan berlalu lintas bagi para pengemudi ojek.

Ibadah dipimpin Ketua Majelis Jemaat GPM Porto, Pdt. I. Pattikawa, S.Si., dan dihadiri Wakapolsek Saparua Ipda Arnold D.H. Sihombing, S.H., Kanit Lantas Polsek Saparua Aipda Ishak Joostensz, serta Bhabinkamtibmas Negeri Porto.

Ketua Organisasi Persekutuan Ojek Negeri Porto, Nus Nanlohy, mengatakan organisasi ojek di Negeri Porto sebelumnya sudah pernah terbentuk. Namun, organisasi tersebut sempat tidak berjalan sehingga para pengemudi sepakat untuk mengaktifkannya kembali.

“Organisasi ojek yang ada di Negeri Porto ini pernah terbangun, namun karena sudah tidak berjalan lagi maka kami bersepakat untuk mendirikannya kembali. Tepat tanggal 28 Agustus 2026 ini merupakan ibadah perdana yang kami laksanakan,” kata Nanlohy.

Menurutnya, keterlibatan pihak kepolisian dalam ibadah perdana tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada para pengemudi ojek mengenai aturan berlalu lintas.

“Dalam ibadah perdana ini kami melibatkan pihak kepolisian Saparua agar lewat persekutuan ini kami dapat diberikan sosialisasi terkait aturan berlalu lintas,” ujarnya.

Nanlohy menjelaskan, pembentukan kembali organisasi tersebut bukan hanya untuk mempererat hubungan sesama pengemudi ojek, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dalam menjaga hubungan harmonis antarnegeri, khususnya Negeri Porto dan Negeri Haria.

Ia berharap para anggota organisasi dapat menjadi pelaku-pelaku perdamaian dan ikut menjaga situasi keamanan di Pulau Saparua.

“Biarlah persekutuan ini dapat menjadi pelaku-pelaku damai untuk dua negeri ini dan negeri lain, karena mata pencaharian ini sewaktu-waktu dapat memicu persoalan yang tidak kita inginkan bersama,” katanya.

Baca Juga:  Jelang Buka Puasa, Dandim 1504/Ambon Bagikan Takjil Ke Pengguna Jalan

Nanlohy juga mengajak seluruh pengemudi ojek untuk bahu-membahu menjaga keberlangsungan organisasi.

Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kelengkapan kendaraan dan keselamatan saat menjalankan pekerjaan.

“Teman-teman ojek seprofesi agar bahu-membahu menjaga organisasi ini. Selain itu, dalam melaksanakan pekerjaan sebagai ojek perlu memperhatikan kelengkapan kendaraan bermotor serta keselamatan dalam berkendara dan sama-sama menjaga kamtibmas di Pulau Saparua,” harapnya.

Polisi Apresiasi Pembentukan Persekutuan Ojek

Sementara itu, Wakapolsek Saparua Ipda Arnold D.H. Sihombing menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan kembali Persekutuan Organisasi Ojek Negeri Porto.

Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi antara sesama pengemudi maupun dengan pihak kepolisian.

“Pembentukan persekutuan organisasi ojek ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan keselamatan berkendara,” ujar Sihombing.

Ia berpesan kepada para pengemudi ojek agar selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan profesinya.

Menurut Sihombing, kelalaian sekecil apa pun ketika berkendara dapat berakibat fatal dan bahkan mengganggu mata pencaharian para pengemudi.

Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak berkendara secara ugal-ugalan serta memastikan seluruh kelengkapan kendaraan bermotor terpenuhi.

Bagi pengemudi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), Sihombing mempersilakan untuk berkoordinasi dengan Kanit Lantas Polsek Saparua guna mendapatkan arahan dan, jika memungkinkan, dikoordinasikan dengan Satlantas Polresta Ambon.

Polisi Ingatkan Pengemudi Ojek Taat Aturan

Pada kesempatan yang sama, Kanit Lantas Polsek Saparua Aipda Ishak Joostensz mengaku bersyukur dapat hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan para pengemudi ojek, khususnya dalam memberikan sosialisasi mengenai berbagai pelanggaran dan aturan berlalu lintas.

“Kami dari pihak kepolisian, khususnya Unit Lantas, sangat bersyukur karena kegiatan saat ini sangat penting untuk kita bersama-sama saling bersosialisasi terkait pelanggaran berlalu lintas,” kata Joostensz.

Baca Juga:  Hadiri HUT Partai Perindo Ke-7, Bupati Malra Diberi Gelar Bapak Toleransi

Ia mengajak seluruh pengemudi ojek di Negeri Porto untuk senantiasa menaati aturan lalu lintas.

Menurutnya, kelalaian dalam berkendara tidak hanya membahayakan diri sendiri maupun orang lain, tetapi juga dapat berdampak terhadap keberlangsungan mata pencaharian.

Joostensz mengimbau para pengemudi agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Selalu gunakan helm dan utamakan keselamatan diri maupun pengendara lainnya,” imbaunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *