Assagaf : Penumpang Wajib Punya Aplikasi Pedulilindungi

  • Whatsapp

SNI.ID,AMBON :PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengimbau kepada para pelanggan yang telah mendapatkan vaksin untuk memastikan dirinya terdata di aplikasi PeduliLindungi. Hal ini untuk mendukung kebijakan Perusahaan yang mengintegrasikan sistem penjualan tiket dengan aplikasi PeduliLindungi per 1 September kemarin

PeduliLindungi merupakan aplikasi milik Kementerian Kesehatan untuk membantu pemerintah dalam melakukan tracing dan tracking guna menghentikan penyebaran Covid-19. Melalui aplikasi ini, data lokasi berpergian masyarakat akan tersimpan secara digital serta sebagai data base penerima vaksin.

Manager Operasi PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaff mengatakan Pelni Cabang Ambon mulai melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada semua calon penumpang yang akan membeli tiket kapal Pelni untuk keberangkatan.

“Kalau di PT Pelni pusat sudah dilaksanakan aplikasi tersebut terhitung sejak tanggal 1 September 2021 dan untuk Cabang Ambon hari ini mulai laksanakan sosialisasi aplikasi tersebut sebab pelaksanaannya nanti secara bertahap,” ujarnya di Ambon, Rabu (29/09/2021).

Menurut Assagaff, penerapan aplikasi PeduliLindungi berdasarkan surat keputusan dari Pelni pusat dengan pelaksanaan di daerah secara bertahap.

“Sistem tersebut dilaksanakan mulai dari semua kantor cabang PT Pelni di wilayah barat dan tengah, sedangkan hari ini di Ambon mulai dilaksanakan sosialisasi, sesuai jadwal mulai pukul 14.00 WIT,” ungkapnya.

Assagaff katakan, protokol kesehatan yang diterapkan selama ini kepada calon penumpang, seperti menunjukkan surat vaksinasi dan hasil tes antigen tetap wajib dilaksanakan.

“Memang aplikasi PeduliLindungi ini sudah ‘connect’ (terhubung) dengan sistem, jadi walaupun calon penumpang tidak menunjukkan kartu vaksin atau antigen dan hanya menunjukkan KTP saja, sudah bisa diketahui pada saat kita ‘connect’ nomor KTP tersebut maka akan terbaca calon penumpang itu sudah divaksin atau belum, atau sudah vaksin satu kali atau dua kali,” bebernya.

Baca Juga:  Ampuh, Ini 4 Cara Cegah Bau di Kamar Mandi

Aplikasi PeduliLindungi tidak hanya digunakan untuk memvalidasi data vaksinasi calon penumpang, tetapi juga untuk mengetahui hasil dan masa berlaku RT-PCR atau Antigen guna mencegah upaya pemalsuan dokumen persyaratan perjalanan. Untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, saat ini seluruh calon penumpang kapal PELNI dihimbau agar melakukan tes swab RT-PCR atau Rapid Antigen pada laboratorium atau fasilitas kesehatan yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

“Hal ini bertujuan agar seluruh informasi pemeriksaan kesehatan calon penumpang terintegrasi langsung dengan aplikasi PeduliLindungi sehingga waktu pemeriksaan dokumen perjalanan menjadi efisien,” tambah

Dijelaskan Assagaff, menyangkut pelaksanaan tes antigen PT Pelni Cabang Ambon sudah melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Siloam, sedangkan lokasi tes di Kantor PT Pelni Cabang Ambon di lantai 1.

Sedangkan arus penumpang kapal diakuinya agak bergerak naik, hanya saja sebagian besar tidak dapat memiliki tiket sebab aturan 50 persen dari total kapasitas angkut masih diterapkan hingga saat ini untuk jaga jarak.

“Jadi kapal KM Dobonsolo hingga kini hanya bisa mengangkut penumpang sebanyak 800 orang saja, dan itu untuk jurusan ke wilayah barat, seperti Makassar dan Jakarta tidak bermasalah, yang jadi masalah hanya penumpang yang menuju kawasan timur, terutama tujuan Jayapura,” imbuhnya.

Assagaff menambahkan, kapal milik PT Pelni yang melayani jalur itu hanya satu armada, yakni KM Dobonsolo, dengan rute Pelabuhan Ambon-Sorong-Manokwari-Serui-Jayapura. Namun, pengangkutan penumpang hanya sampai Serui selama PON XX berlangsung di Jayapura.

“Memang KM Dobonsolo berlayar sampai di Jayapura dan mengangkut penumpang umum hanya sampai di Serui saja, kalaupun ada penumpang yang ingin menuju Jayapura harus melakukan koordinasi dengan Manager Operasi PT Pelni Cabang Ambon, kalau yang bersangkutan naik dari Ambon,” katanya.

Baca Juga:  Jubir Covid RST Angkat Bicara Soal Pasien Covid-19

“Penumpang juga harus menunjukkan surat perjalanan, kemudian memberikan keterangan tentang keperluan di Jayapura. Sebab jalur kapal Pelni menuju Jayapura tutup,” katanya lagi sembari mencontohkan beberapa anggota panitia dari cabang Teaboksing kontingen asal Maluku yang berangkat menuju Jayapura juga menunjukkan surat pengantar terlebih dahulu untuk kemudian mendapatkan tiket menuju Jayapura.(SNI-06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *