Brabar : Balita, Ibu Hamil dan Remaja Sasaran Penanganan Stunting di Maluku

  • Whatsapp

SNI.ID,AMBON :Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, Sarles Brabar menyatakan bahwa Sasaran penanganan stunting di Provinsi Maluku diantaranya,balita, Ibu hamil, remaja atau pasangan usia subur.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Persoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga memiliki tubuh terlalu pendek dibandingkan anak seusianya, masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini.

Di Provinsi Maluku, BKKBN terus berupaya berkoordinasi secara umum bersama seluruh Kabupaten/kota yang ada dan stake holder lainnya agar dapat bekerja secara continue memberikan data sekaligus memberikan pendampingan. Sehingga dengan kerjasama yang terintegrasi secara baik angka stunting di Maluku dapat ditekan.

 

Brabar mengatakan bahwa sasaran Pasangan Usia subur,Ibu hamil, balita dan remaja kita akan optimalkan untuk semua hal hal yang lebih tepat untuk kena sasaran,”katanya saat di wawancarai Suaranusaina.com Kamis 30 September 2021 di ruangannya

Dijelaskan, bagi gadis remaja akan dipersiapkan untuk nantinya berkeluarga tentu harus dipersiapkan sedini mungkin dengan pengetahuan yang baik agar saat memasuki jenjang keluarga sudah memiliki bekal dan pengetahuan yang matang.

“Program pendekatan kami lakukan agar dapat memperkuat cara berpikir setiap orang dalam mempersiapkan remaja kita membentuk keluarga yang sehat, kuat dan ketika memiliki turunan tidak akan mengalami stunting.

Sementara pasangan usia subur kita persiapkan melalui proses pendampingan, bagi pasangan yang hamil ada asupan gizi yang baik terutama pada usia 1000 hari kelahiran pertama kehidupan atau 270 hari, 40 minggu 9 bulan asupan nutrisi dan lainnya akan terus dioptimalkan agar mereka mendapatkan asupan yang baik.

Baca Juga:  Wagub Orno Lantik Badan Promosi Pariwisata (BPPD)Maluku

“BKKBN bukan hanya memberikan material tetapi juga turut memberikan edukasi agar mempersiapkan anak mudah yang sehat, ibu yang sehat dan keluarga yang sehat tanpa stunting, ” Akui Brabar.

lanjut Brabar, penyuluhan, sosialisasi dan pendampingan menjadi landasan edukasi yang kuat, itulah yang nantinya akan menjadi modal terbesar kita dalam memerangi stunting.

Keinginan terbesar Brabar penanganan stunting tidak hanya sebagai kerja momentum saja tetapi kerja rutin.sehingga di Kabupaten juga harus optimalisasi sasaran.

“Balita yang sehat, ibu hamil yang sehat, remaja dan pasangan usia subur yang sehat adalah mereka yang melahirkan generasi tanpa stunting.

Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia terkususnya Provinsi Maluku bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.(SNI-06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *