SNI.ID, SAPARUA : Seorang warga Negeri Ullath yang berdomisili di Kampung Jati, Saparua, atas nama Hans Latumaerisa, sempat dilaporkan hilang di kawasan perbatasan antara Negeri Siri Sori Islam dan Negeri Ullath, Minggu (11/5/2025). Kejadian ini sempat membuat geger warga setempat.
Laporan pertama disampaikan oleh Zet Patty, warga Kampung Jati, yang pada pukul 08.00 WIT datang ke SPKT Polsek Saparua untuk melaporkan hilangnya Hans. Menanggapi laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Negeri Siri Sori Islam Bripka Willy Dozan bersama Kasubsektor Saparua Timur IPDA M. Ladoangin langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya korban, tepatnya di Dusun Hatumete.
“Setelah kami menerima laporan dari SPKT dan Kasubsektor Saparua Timur, kami segera menuju ke lokasi. Di sana kami menemukan sepeda motor milik korban dengan nomor polisi DE 5632 NL dalam keadaan terparkir di tepi jalan,” ungkap Bripka Willy Dozan kepada wartawan, Senin (12/5/25).
Willy mengatakan sekitar pukul 09.00 WIT, informasi diterima bahwa Hans Latumaerisa telah ditemukan di Negeri Siri Sori Amalatu, di kediaman keluarga Rein Lilikwatil. Bripka Dozan pun segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan korban.
“Setelah kami temui, korban dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka. Dari hasil interogasi singkat, diketahui bahwa korban sebelumnya menghadiri acara keluarga di Negeri Ullath dan mengonsumsi minuman keras. Karena dalam keadaan mabuk berat, dia memutuskan beristirahat di rumah kenalan di Siri Sori Amalatu,” tambah Bripka Dozan.
Sementara itu, Hans Latumaerisa korban hilang mengakui bahwa sekitar pukul 00.00 WIT, ia meninggalkan sepeda motornya karena tidak mampu mengendarainya lebih jauh.
Ia kemudian menumpang kendaraan milik warga Negeri Tuhaha yang kebetulan lewat dan membawanya ke Siri Sori Amalatu.
Pada kesempatan tersebut juga, Kasubsektor Saparua Timur, IPDA M. Ladoangin, juga mengimbau warga agar lebih bijak dalam mengonsumsi minuman keras agar kejadian serupa tidak terulang.
“Beruntung korban ditemukan dalam kondisi baik. Namun kami harap warga bisa lebih berhati-hati dan menghindari perilaku yang membahayakan diri sendiri,” tegas IPDA Ladoangin.
Redaksi: SNI-02










