Warga Saparua Keluhkan Pemadaman Listrik Berulang, PLN Sampaikan Penjelasan Teknis

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Gangguan listrik berulang sepanjang sepekan terakhir membuat warga di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur geram. Pasokan listrik yang hidup–mati berjam-jam tanpa pemberitahuan bukan hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga merusak alat elektronik dan menghentikan operasional usaha kecil.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa pemadaman listrik yang tidak stabil telah menimbulkan kerugian besar. Peralatan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan komputer rusak akibat lonjakan arus. UMKM yang bergantung pada listrik juga mengaku aktivitas produksi terhenti.

“Barang elektronik rusak, usaha berhenti. Siapa yang mau ganti? PLN?” ujar seorang warga.

Ia menyebut pemadaman mendadak membuat masyarakat justru lebih sering membeli token listrik karena tegangan yang tidak stabil saat aliran kembali menyala.

Warga menilai pola pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir seolah menjadi kebiasaan baru, sementara penjelasan PLN tidak memberikan kepastian.

“Alasan PLN sering mengada-ada. Permintaan maaf sudah ribuan kali, tapi pelayanan tetap saja begitu,” kata warga lainnya.

Masyarakat juga membandingkan sikap PLN terhadap pelanggan. “Telat bayar sedikit saja langsung diputus. Tapi kalau PLN yang bermasalah, masyarakat hanya disuruh maklum,” ujarnya.

Mereka meminta PLN Ambon mengambil langkah serius memperbaiki sistem jaringan, terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru, saat kebutuhan listrik meningkat dan sejumlah agenda besar akan berlangsung di Saparua.

Camat Saparua Timur Desak PLN Beri Penjelasan Jelas

Camat Saparua Timur, Halid Pattisahusiwa, menilai keresahan warga sangat wajar. Ia menyatakan bahwa listrik kini menjadi kebutuhan vital dan pemadaman berulang tanpa kejelasan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Jika kenyamanan warga terusik, pasti muncul keresahan. PLN harus memberikan klarifikasi yang jelas dan faktual,” ujar Halid.

Menurutnya, pemadaman tak terencana merugikan semua pihak, termasuk PLN, karena menurunkan pendapatan dan menambah biaya perbaikan. Halid meminta PLN menjelaskan apakah gangguan disebabkan oleh kerusakan mesin, faktor alam, atau masalah lainnya.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1504-04/Salahutu Cegat Peredaran Miras Jenis Sopi

Ia juga mengingatkan hak konsumen dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Ketenagalistrikan.

“Warga yang dirugikan akibat listrik padam atau tegangan tak stabil berhak mendapat kompensasi hingga ganti rugi alat elektronik melalui pengaduan resmi. Ada mekanisme di PLN, BPSK, bahkan gugatan perdata,” katanya.

Halid berharap PLN bertindak cepat dan transparan menjelang perayaan akhir tahun. “Semoga listrik tidak lagi jadi masalah. Wilayah ini harus maju, dan pelayanan dasar seperti listrik wajib diperbaiki.”

PLN Saparua Ungkap Penyebab Gangguan

Menjawab keluhan tersebut, Kepala PLN ULP Saparua, Stenly Latumahina, membeberkan sejumlah penyebab gangguan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Masalah pertama adalah gangguan pada mesin MTU, tepatnya pada pulley bearing kipas radiator. Selain itu, mesin MAN juga mengalami trip akibat kenaikan temperatur.

Gangguan eksternal turut memperburuk kondisi jaringan, termasuk tumbangnya pohon kelapa yang menimpa kabel listrik di beberapa titik.

PLN menyatakan tengah melakukan penanganan dan penormalan jaringan. Namun warga berharap gangguan tak lagi menjadi rutinitas, terutama di periode puncak konsumsi listrik jelang Natal dan Tahun Baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *