Nelayan Kasieh SBB Hilang Saat Melaut, Basarnas Kerahkan Tim SAR

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Seorang nelayan asal Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Desa Kasieh. Hingga Minggu (18/1/2026), korban belum kembali dan masih dalam pencarian tim SAR.

Laporan kondisi yang membahayakan jiwa manusia tersebut diterima Comm Centre Basarnas Ambon pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 03.10 WIT dari Sekretaris BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat. Dalam keterangannya, korban diketahui melaut menggunakan perahu katinting sejak Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIT, namun hingga kini tak kunjung kembali ke rumah.

Pemerintah desa bersama pihak keluarga korban kemudian meminta bantuan SAR untuk melakukan pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 03.30 WIT Tim Rescue Basarnas Ambon dikerahkan menuju lokasi kejadian melalui jalur darat. Lokasi pencarian berada pada koordinat 2°45’34.52″S–128°33’1.63″E, dengan jarak sekitar 177 kilometer dan heading 24,46 derajat arah timur laut dari Kantor SAR Ambon.

Tim SAR tiba di Desa Kasieh pada pukul 11.14 WIT dan langsung menggelar briefing operasi SAR bersama unsur potensi dan masyarakat setempat. Dalam briefing tersebut, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan pencarian.

SRU 1 terdiri dari tim gabungan Basarnas, Brimob, dan Polairud yang menggunakan rubber boat untuk melakukan pencarian sejauh sekitar 10 nautical mile ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 menggunakan longboat yang diawaki personel Basarnas, Brimob, serta masyarakat setempat dengan area pencarian sejauh sekitar 40 nautical mile ke arah utara Desa Kasieh.

Hingga menjelang sore hari, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada operasi hari kedua, Senin (19/1/2026).

Baca Juga:  Festival Budaya Maluku Dipadati Penonton, Gubernur: Saya Senang Bisa Menghibur Masyarakat

Korban diketahui bernama Kisman Latumapayahu (64), berjenis kelamin laki-laki.

Dalam operasi pencarian tersebut, unsur SAR yang terlibat meliputi enam personel Basarnas, lima personel Brimob, dua personel Polairud SBB, satu Babinsa, serta 20 orang masyarakat setempat. Adapun alat utama dan peralatan SAR yang digunakan antara lain satu unit truk personel, rubber boat, Aqua Eye, serta sejumlah longboat milik masyarakat.

Kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan berawan tebal dengan kecepatan angin barat laut hingga tenggara sekitar 10 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *