Di Balik Program Makan Bergizi Gratis Saparua, Ada Surat-Surat Kecil Penuh Makna

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, tak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah kecil yang sarat makna. Sejumlah siswa penerima manfaat program ini kerap menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Saparua melalui secarik kertas sederhana yang diselipkan di dalam ompreng makanan.

Pantauan suaranusaina.id, Rabu (28/1/2026), surat-surat kecil itu ditulis di kertas robekan buku, bahkan ada yang disertai uang sebesar Rp2.000 sebagai bentuk apresiasi. Isi pesannya beragam, mulai dari ucapan terima kasih hingga permintaan menu makanan favorit.

“Makasih enak, makasih ibu-ibu dan bapak-bapak,” tulis seorang siswa dalam secarik kertas yang ditemukan petugas saat mengumpulkan kembali ompreng dari sekolah.

Tak sedikit pula siswa yang menyampaikan permintaan menu secara spesifik. Ada yang meminta buah apel atau lemon manis, susu, nasi kuning, hingga ayam goreng. Beberapa pesan ditulis polos dengan gaya bahasa anak-anak, bahkan disertai emotikon senyum.

Kepala SPPG Kecamatan Saparua, Cliff Pauno, mengatakan bahwa surat-surat dari para siswa hampir setiap hari diterima oleh petugas dapur.

Menurutnya, catatan kecil tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

“Setiap hari hampir selalu ada. Lucu sekaligus mengharukan melihat anak-anak bisa mengekspresikan rasa senang dan bahagia mereka setelah menikmati makanan dari dapur kami,” kata Cliff.

Ia mengakui, sejumlah pesan dari siswa itu kerap menyerupai pesanan di restoran. Meski demikian, tidak semua permintaan menu dapat dipenuhi karena menu MBG harus tetap mengacu pada standar gizi yang telah ditetapkan.

“Permintaan itu tetap kami tampung. Ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk menentukan menu yang disukai anak-anak tanpa mengurangi nilai gizi,” ujarnya.

Baca Juga:  Kodim 1513/SBB Bersama Masyarakat Desa Hatusua Tanam Jagung Perdana, Dukung Swasembada Pangan di SBB

Menurut Cliff, keberadaan surat-surat kecil tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membangun komunikasi emosional antara siswa dan petugas.

Untuk diketahui, SPPG Kecamatan Saparua merupakan yang pertama beroperasi di Kabupaten Maluku Tengah dan mulai berjalan sejak Desember 2025. Setiap hari, SPPG ini melayani 24 sekolah di Kecamatan Saparua dengan total penyaluran sekitar 2473 siswa ditambah 386 B3 paket MBG kepada para penerima manfaat.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah. Kisah surat kecil dari siswa di Saparua ini menjadi gambaran bahwa program tersebut juga berperan dalam menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan kedekatan sosial sejak dini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *