SNI.ID, Ambon — Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika membenarkan prajurit berinisial Sertu LM yang disebut dalam dugaan penipuan penerimaan calon prajurit TNI merupakan anggota Puskodalopsdam XV/Pattimura.
“Memang benar yang bersangkutan merupakan anggota Puskodalopsdam XV/Pattimura. Kami sudah berkoordinasi dengan Dansatnya, dan diketahui ternyata anggota tersebut sudah THTI lebih dari tiga hari, sekitar dua minggu, dan sudah dilaporkan ke pihak Pomdam,” kata Adi saat dikonfirmasi di Ambon, Senin (31/8/26).
Ia menjelaskan, pihak satuan masih melakukan pencarian terhadap Sertu LM. Pihaknya juga belum dapat memastikan keterlibatan yang bersangkutan dalam dugaan praktik percaloan penerimaan prajurit.
“Mungkin dalam proses THTI-nya, Sertu LM melakukan aksinya terkait werving. Sementara ini satuan yang bersangkutan masih melakukan proses pencarian terhadap oknum anggota tersebut,” Jelasnya.
Dugaan tersebut sebelumnya disampaikan warga Saumlaki berinisial LR yang mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp18.350.000 secara bertahap kepada Sertu LM.
Uang tersebut diberikan dengan dugaan adanya janji bahwa anak LR, R.R., dapat dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan prajurit TNI.
Namun, R.R. akhirnya dinyatakan tidak lulus dalam proses seleksi.
LR mengaku memiliki bukti transfer dan berencana membawa persoalan tersebut kepada Pomdam.
Kapendam meminta pihak yang merasa dirugikan untuk bersabar dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak yang berwenang.
Ia menegaskan, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap korban, saksi, maupun pihak terkait lainnya.
Kodam XV/Pattimura, kata Adi, tetap berkomitmen menjaga proses penerimaan prajurit agar berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan.
Pangdam XV/Pattimura juga telah mengingatkan seluruh prajurit agar tidak terlibat dalam praktik percaloan.
“Tidak ada pembayaran untuk mendapatkan kelulusan. Tidak ada jalan belakang. Tidak ada jaminan kelulusan melalui pemberian uang kepada oknum,” katanya.
Masyarakat diminta mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan dan tidak memberikan uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan.
Menurutnya, tawaran seperti “pasti lulus”, “bisa diloloskan”, “ada orang dalam”, maupun “anak dijamin masuk TNI” harus diwaspadai masyarakat.









