SNI.ID, SAPARUA TIMUR : Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu, Kabupaten Maluku Tengah, tengah menghadapi beberapa kendala terkait pembangunan fasilitas koperasi serta pengadaan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat.
Kepala Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu, Losir. J. Kesaulija, menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih yang baru dibangun pada tahun 2025 hingga kini belum memiliki gedung permanen.
Menurut Losir, permasalahan utama saat ini berkaitan dengan kepemilikan bangunan, lokasi, serta belum adanya keputusan resmi dari Bupati terkait penggunaan dana pembangunan.
“Jika sudah ada perintah atau keputusan resmi, kami bisa segera membeli tanah dan membangun gedung Koperasi Merah Putih. Namun hingga saat ini, belum ada keputusan yang bisa kami pegang sebagai dasar pertanggungjawaban di masa depan,” katanya kepada media ini, diruangannya, Senin (12/1/26).
Terkait pendanaan, Losir menyebutkan bahwa telah tersedia dana sebesar Rp80 juta yang dialokasikan untuk pembangunan koperasi. Dana ini saat ini dipending, bukan dibatalkan, agar dapat segera digunakan apabila lokasi pembangunan telah ditetapkan.
Ia mengungkapkan pentingnya memilih lokasi tanah yang strategis dan mudah diakses masyarakat.
“Jika lokasi terlalu jauh dari pusat aktivitas negeri, masyarakat akan sulit mengakses koperasi. Oleh karena itu, pembangunan sebaiknya dilakukan di tanah negeri atau tanah daerah setempat yang lebih strategis,” ungkapnya.
Selain fokus pada koperasi, Losir menjelaskan Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu juga akan mengadakan mobil ambulans pada tahun 2026. Keputusan terkait pengadaan ambulans ini telah ditetapkan dalam Musrenbang 2025, mengingat masih banyak warga yang membutuhkan layanan darurat.
“Saat ini, warga masih memanfaatkan mobil rumah sakit untuk layanan kesehatan. Dengan adanya ambulans yang dimiliki sendiri, pelayanan dapat dilakukan lebih cepat dan langsung di desa tanpa harus bergantung pada pihak rumah sakit,”jelasnya.
Losir juga menekankan pentingnya kerja sama tim dalam pelaksanaan program ini.
“Loyalitas pimpinan dan kerja sama antarpribadi sangat penting. Masalah besar tidak dapat diselesaikan sendiri, sehingga dukungan tim menjadi kunci keberhasilan,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun ada kebutuhan lain seperti perbaikan jalan untuk akses pertanian, sebagian dana telah dipotong dari anggaran 2025, yakni sekitar Rp29 juta. Pemotongan dilakukan sebelum aturan baru berlaku, di mana seluruh gaji dan insentif staf mengalami penyesuaian, termasuk untuk BPJS dan tenaga kerja. Namun, untuk tahun 2026, dana kembali disalurkan sesuai ketentuan baru.
Dengan fokus pada pembangunan Koperasi Merah Putih dan pengadaan mobil ambulans, Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat akses terhadap layanan ekonomi dan kesehatan di wilayahnya.










