Golkar Ambon Memanas, Puluhan Kader Tuntut Skors Musda Dicabut

  • Whatsapp

AMBON – Skorsing mendadak terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Kota Ambon memicu gelombang protes dari kader di tingkat bawah.

Puluhan kader yang tergabung dalam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon bersama seluruh pimpinan Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) se-Kota Ambon mendatangi kantor DPD I Partai Golkar Maluku di kawasan Karang Panjang, Kota Ambon, Kamis (30/4/2026).

Kedatangan mereka sebagai bentuk kekecewaan atas instruksi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang disampaikan melalui Ketua Harian DPD Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, untuk menunda atau menskorsing Musda tersebut.

Rombongan kader diterima langsung oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku, Anos Yermias.

 

Kader Pertanyakan Skorsing Mendadak

Ketua DPC Golkar Kecamatan Leitimur Selatan, Leunard Leiwakabessy, menyampaikan bahwa keputusan skorsing membuat kader merasa proses Musda berjalan tidak transparan.

“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tapi kenapa sampai hari ini kelihatan jelas bahwa partai ini seakan-akan tidak berjalan dengan baik,” kata Leiwakabessy di hadapan pengurus DPD I.

Ia mengaku heran karena tahapan steering committee sebelumnya telah dibuka dan diumumkan ke publik, bahkan telah memberi kesempatan bagi calon-calon untuk mendaftar.

Namun, lanjutnya, hanya satu orang yang akhirnya mendaftarkan diri.

“Lalu masalahnya di mana? Kenapa tiba-tiba proses ini tidak bisa jalan?” ujarnya.

Leiwakabessy menilai ada indikasi permainan pihak tertentu dalam internal partai sehingga tahapan yang sudah berjalan menjadi kacau.

“Seolah-olah ada tangan di bawah yang bermain. Ini seperti penyakit dalam partai. Kalau dibiarkan, penyakit ini akan membesar,” tegasnya.

Ia juga menyebut kondisi tersebut membuat kader di bawah merasa Partai Golkar tidak lagi berjalan secara demokratis.

“Hari ini sangat nyata bahwa Partai Golkar adalah partai bertuan,” katanya.

Baca Juga:  Sadali Ie Resmi Jabat Plt Sekda Maluku, Ini Pesan Gubernur Murad Ismail

 

Ketua DPC Nusaniwe: Kami Butuh Jawaban Sekarang

Sementara itu, Ketua DPC Golkar Kecamatan Nusaniwe, Natalia Pattiasina, juga menyampaikan kekecewaan atas keputusan yang dinilai menggantung dan tidak jelas.

“Tadi kami sangat kecewa dengan keputusan yang disampaikan. Kami membutuhkan jawaban sekarang juga, dengan alasan yang pasti,” ungkapnya.

Menurut Natalia, banyak isu dan cerita yang berkembang akibat tidak adanya penjelasan resmi, sehingga membuat kader semakin resah.

“Awalnya kami kira tidak ada masalah, tetapi sekarang situasinya menjadi tidak jelas,” ujarnya.

 

DPC Sirimau Desak Skors Dicabut Hari Ini

Hal senada disampaikan Ketua DPC Golkar Kecamatan Sirimau, Anwar Rotasou. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan Musda telah dijalankan sejak awal, bahkan proses administrasi dan konsolidasi di tingkat kecamatan sudah berlangsung berminggu-minggu.

Namun, keputusan skorsing mendadak disebutnya sangat mengecewakan.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan yang disampaikan oleh Ketua Harian pada acara tadi,” katanya.

Ia meminta agar aspirasi kecamatan segera diteruskan ke pimpinan partai agar proses Musda dipercepat dan tidak menimbulkan keresahan.

“Kami berharap kalau bisa, dalam hari ini juga skorsing dibuka agar persoalan ini segera jelas dan tidak menimbulkan kepanikan,” tegasnya.

 

DPD I Golkar Maluku Minta Kader Tahan Diri

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yermias, meminta seluruh kader untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan di luar mekanisme partai.

“Ale dong seng bisa paksa sekarang, karena koordinasi ini belum bisa dilakukan saat ini juga. Koordinasi harus kita bangun dulu,” ujar Anos.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih harus berkoordinasi lintas bidang, termasuk bidang kepartaian serta pengurus yang ditugaskan khusus menangani Musda di wilayah Kota Ambon.

Baca Juga:  Upacara Adat di Kabauw, Polisi Kawal Tradisi Pembersihan Keramat Tete Nia

Anos juga menjelaskan bahwa Ketua DPD I Golkar Maluku saat ini masih berada di Jakarta sehingga perlu komunikasi lebih lanjut dengan Ketua Umum terkait keputusan skorsing.

“Ketua DPD kemarin baru tiba dari KKT lalu langsung berangkat ke Jakarta. Sekarang beliau masih berada di Jakarta. Beliau akan segera berkoordinasi dengan Ketua Umum,” jelasnya.

Selain itu, Anos menyinggung soal dokumen ceklis yang disebut sudah dikirim namun belum diterima oleh DPD I hingga Musda dilaksanakan.

“Ceklis itu sebenarnya sudah dikirim, tetapi sampai musda dilaksanakan, kami di DPD I belum menerima ceklis yang dimaksud,” katanya.

Ia pun meminta seluruh kader kembali ke lokasi Musda dan memberi waktu kepada pengurus provinsi untuk melakukan koordinasi internal.

“Kasih beta waktu untuk koordinasi. Musda itu bukan akhir dari segalanya. Musda itu justru awal untuk memulai konsolidasi,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *