SNI.ID, AMBON — Seorang warga berinisial ML (11) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan di Jembatan Ulamete, Kompleks Amahoni, Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (3/8/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIT. Terduga pelaku berinisial RS diduga memukul korban yang saat itu sedang menumpang sebuah angkutan kota (angkot).
Keterangan saksi mata yang merupakan pengemudi angkot, Jefry Latumahina (52), menyebutkan kejadian bermula ketika ia mengangkut penumpang dari Terminal Saparua menuju Jazirah Hatawano menggunakan angkot bernomor polisi DE 1329 BU. Saat perjalanan, korban tidak duduk di dalam kabin, melainkan bergelantungan di bagian pintu angkot bersama penumpang lainnya.
Saat melintasi Jembatan Ulamete, laju kendaraan melambat akibat kondisi jalan yang berlubang. Di momen tersebut, terduga pelaku RS mendadak melancarkan pemukulan yang mengakibatkan korban hilang keseimbangan hingga jatuh dari kendaraan.
Meski sempat dievakuasi oleh warga setempat ke fasilitas medis terdekat, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia beberapa menit kemudian.
Polisi Turun Tangan dan Amankan Terduga Pelaku
Menerima laporan kejadian tersebut, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Saparua yang dipimpin Wakapolsek Ipda Arnold D.H. Sihombing bersama Kasubsektor Saparua Timur Ipda M. Ladoangin langsung bergerak ke lokasi kejadian sekitar pukul 15.30 WIT untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pengumpulan bahan keterangan.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet Luhukay, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan terduga pelaku saat ini sudah berada dalam penanganan pihak kepolisian.
”Untuk sementara terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini pihak Polsek Saparua masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Janet saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Masyarakat Dimbau Tetap Tenang
Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihak kepolisian meminta warga untuk tidak mengambil tindakan sendiri maupun terpengaruh oleh rumor yang tidak jelas sumbernya.
”Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu atau informasi yang belum tentu kebenarannya. Mari saling menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif dan menyerahkan seluruh proses penegakan hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” imbau Janet.
Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan dan akuntabel.
Guna memastikan situasi tetap terkendali, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho S.I.K,.M.Si menuju lokasi kejadian untuk memantau langsung proses penanganan perkara dan situasi di lapangan. Hingga Senin sore, kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Saparua Timur dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.









