Kapolsek Saparua Imbau Nelayan Tidak Memaksakan Melaut Saat Cuaca Buruk

  • Whatsapp
Oplus_0

SNI.ID, SAPARUA : Seorang nelayan lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di pesisir Pantai Kelapa 3, Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah, Selasa (10/3/2026). Polisi kemudian mengimbau masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.

Diketahui, Korban yang dikenal dengan sebutan Banci Mata Merah itu merupakan warga Dusun Perat, Negeri Haria. Jasadnya ditemukan di pesisir pantai Kelapa 3, tepatnya di samping rumah warga bernama Paet Souhoka, Lingkungan VI Sektor Yordan.

Saksi mata Marten Leuwol (59), seorang nelayan setempat, mengatakan penemuan itu bermula saat dirinya bersama beberapa rekannya menuju pesisir pantai untuk membersihkan anjing.

Saat berada di lokasi, saksi melihat sebuah benda terapung di laut dan meminta rekannya untuk memeriksa benda tersebut.

“Setelah dicek, ternyata benda yang terapung itu adalah sesosok mayat dengan posisi tengkurap, mengenakan kaos hitam dan celana pendek coklat,” kata Marten.

Mengetahui hal itu, saksi bersama rekannya segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Lingkungan VI, Ety Ruhulesin, serta warga setempat.

Awalnya warga ragu mengevakuasi jasad tersebut karena mengira korban berasal dari negeri lain. Namun setelah melihat lebih dekat dan mengenali wajah korban, mereka memastikan bahwa korban adalah Frans Pelamonia yang merupakan warga Dusun Perat, Negeri Haria.

Warga kemudian mengangkat jasad korban dan membawanya ke rumah warga bernama Piter Souhoka sambil menunggu kedatangan aparat.

Personel Polsek Saparua dan Babinsa Haria setempat tiba di lokasi. Beberapa menit kemudian Camat Saparua Winny Prajawati Salamor juga tiba di lokasi. Kemudian disusul Kepala Pemerintahan Negeri Haria Nikodemus J. Sahuleka bersama Sekretaris Negeri Iwan Pelamonia dan Wakapolsek Saparua Ipda Arnold D.H. Sihombing.

Keluarga korban yang diwakili anak korban berinisial EP tiba dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir serta menolak dilakukan autopsi.

Baca Juga:  Pardomuan Batak Maluku Gelar Perayaan Natal Meriah di Ambon

Camat Saparua kemudian berkoordinasi dengan Direktur RSUD Saparua untuk mendatangkan mobil jenazah. Mobil jenazah tiba di lokasi dan jasad korban selanjutnya dievakuasi oleh personel kepolisian, Babinsa dan warga.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Lingkungan X Dusun Perat Negeri Haria dan tiba untuk disemayamkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIT terjadi hujan disertai angin kencang di wilayah perairan Negeri Haria.

Warga setempat juga menyebutkan korban kerap melaut seorang diri untuk mencari ikan.

Kapolsek Saparua AKP Semmi Leimena mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.

Ia meminta nelayan memeriksa kelengkapan yang harus dibawa serta tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak bersahabat.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan nelayan untuk tidak menggunakan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem laut agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Sementara itu, Camat Saparua Winni Prajawati Salamor mengatakan proses evakuasi korban berlangsung dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, aparat TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *