Pembangunan SMA Kristen Kapitan Pattihua Upu Rumasoal Didukung Penuh Tokoh Adat dan Pemerintah Negeri Neniari Gunung

  • Whatsapp

SNI.ID, SBB – Pembangunan SMA Kristen Kapitan Pattihua Upu Rumasoal akan segera dilaksanakan di Negeri Neniari Gunung, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku. Pembangunan sekolah ini mendapat dukungan penuh dari tokoh muda masyarakat hukum adat Nuruwe Lumabotoi Alune-Wemale, Jodis Rumasoal, SH., yang menyampaikan apresiasi atas program Kementerian Agama Kabupaten SBB di bawah pimpinan Drs. Latif Tuni beserta jajarannya.

Raja Negeri Neniari Gunung, Piter Rumasoal, bersama masyarakat adat turut memberikan dukungan terhadap pendirian sekolah yang dinamai Kapitan Pattihua Upu Rumasoal. Kapitan Pattihua sendiri adalah sosok pahlawan legendaris yang pada tahun 1514 memimpin 50 kapitan dari berbagai negeri Alune dan Wemale dalam mengusir penjajah Portugis dari Pulau Seram dan sekitarnya.

Menurut Jodis Rumasoal, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama dan staf terkait di Kabupaten SBB, khususnya dalam pengembangan pendidikan yang berakar pada adat dan budaya masyarakat lokal. Negeri Neniari Gunung disebut sebagai pusat peradaban masyarakat Alune-Wemale dan menjadi simbol penting dalam sejarah perjuangan serta pelestarian budaya.

“Langkah strategis ini kami ambil untuk menjawab kerinduan masyarakat pedalaman wilayah 3T di Pulau Seram terhadap pendidikan yang tidak hanya berbasis formal, tetapi juga adat dan budaya lokal yang selama ini mulai hilang karena arus modernisasi dan teknologi,” ungkap Jodis melalui pesan WhatsApp kepada media, Sabtu (17/5/25).

Ia menyebutkan bahwa saat ini kesiapan lahan, administrasi, dan berbagai dokumen penting telah rampung. Peletakan batu pertama dan pembukaan pendaftaran siswa baru direncanakan akan dilakukan pada tahun ajaran 2025–2026, yang rencananya akan dihadiri oleh Kepala Wilayah Kementerian Agama SBB, Bupati SBB, Ketua DPRD SBB, serta Gubernur Maluku dan Ketua DPRD Provinsi Maluku.

Rangkaian acara adat juga akan menjadi bagian dari peresmian, termasuk pengukuhan tamu kehormatan di Rumah Besar atau Sisine Besar Nunusaku, dan kunjungan ke situs-situs pusaka seperti makam Kapitan Pattihua dan para pejuang Alune-Wemale, serta tempat-tempat keramat lain yang berkaitan dengan sejarah Putri Nunusaku dan tujuh moyang bangsa Nunusaku.

Dengan inisiatif ini, masyarakat Negeri Neniari Gunung berharap agar pemerintah pusat dan daerah turut mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, serta menjadikan wilayah pegunungan Taniwel, Elpaputi, dan Inamosol sebagai desa-desa berbasis agrowisata historis. Negeri Neniari Gunung pun dicanangkan menjadi contoh sebagai Desa Agrowisata History yang melestarikan warisan budaya bangsa.

Baca Juga:  Kejaksaan Cabang Ambon di Saparua Gelar Penguatan Kapasitas Hukum Pengelolaan Dana Desa dan Koperasi Merah Putih

Redaksi: SNI-02

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *