SNI.ID, SAPARUA : Mengawali tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh warga binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi fisik dan kesejahteraan warga binaan selama menjalani masa pembinaan, Sabtu (10/1/2026).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh staf kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, dan berlangsung di ruang kesehatan secara bergiliran agar pelayanan berjalan tertib dan optimal. Selama pelaksanaan, kegiatan tetap berada di bawah pantauan petugas pengamanan sehingga tidak mengganggu aktivitas pembinaan yang sedang berlangsung.
Pemeriksaan dilaksanakan secara menyeluruh dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang humanis dan profesional. Seluruh warga binaan mengikuti pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga kegiatan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik.
Fokus pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah serta pendataan keluhan kesehatan yang dirasakan warga binaan. Selain itu, setiap warga binaan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait kondisi kesehatannya. Melalui konsultasi tersebut, petugas kesehatan dapat melakukan penilaian awal, memberikan saran medis, serta menentukan langkah penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Staf kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap 13 warga binaan, ditemukan beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat tiga orang warga binaan dengan tekanan darah di atas normal, yakni 140/80 mmHg dan 150/90 mmHg. Selain itu, satu orang warga binaan mengeluhkan gatal-gatal pada kulit,” jelas Senly.
Menindaklanjuti hasil tersebut, petugas kesehatan memberikan edukasi dan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing warga binaan. Bagi warga binaan yang mengalami keluhan gatal-gatal, petugas memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.
“Kami menganjurkan agar pakaian yang digunakan saat berkeringat segera dicuci dan tidak digunakan kembali, serta menjaga kebersihan handuk. Intinya adalah menjaga kebersihan diri agar keluhan kulit tidak semakin parah,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan awal, petugas kesehatan juga memberikan obat penurun tekanan darah kepada tiga warga binaan yang mengalami hipertensi. Sementara itu, warga binaan yang mengeluhkan gatal-gatal diberikan bedak salicyl untuk membantu mengurangi rasa gatal serta mencegah iritasi lanjutan.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin merupakan bagian penting dalam memastikan kondisi warga binaan tetap terpantau.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting agar kondisi warga binaan bisa terus kami pantau. Jika ada keluhan atau gejala tertentu, bisa langsung ditangani sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius,” ujarnya.
Menurut Pramuaji, perhatian terhadap kesehatan warga binaan turut berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan pembinaan, stabilitas keamanan, serta terciptanya lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui pemeriksaan kesehatan di awal tahun ini, Lapas Saparua berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mewujudkan pemasyarakatan yang humanis serta berorientasi pada pembinaan berkelanjutan.










