SNI.ID, SAPARUA : Pemerintah Kecamatan Saparua, Maluku Tengah, terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga Oma Fransina Tamaela, seorang lanjut usia yang tinggal di sebuah gubuk bersama dua anaknya yang mengalami keterbelakangan mental serta tiga orang cucunya di Dusun Haria Perat, Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kamis (5/2/26).
Camat Saparua Winny Prajawati Salamor mengatakan, perhatian terhadap keluarga Oma Fransina telah dilakukan sejak kunjungan pertama pada 31 Januari 2026. Sejak saat itu, pemerintah kecamatan secara rutin melakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal keluarga tersebut maupun ke RSU Saparua, tempat Oma Fransina menjalani perawatan.
“Pendampingan ini kami lakukan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk kunjungan, bantuan kebutuhan dasar, maupun pemantauan kondisi kesehatan Oma Fransina,” ujar Winny kepada media.
Pada hari ini, Pemerintah Kecamatan Saparua bersama TP-PKK Kecamatan Saparua dan Penyuluh BKKBN Kecamatan Saparua kembali mengunjungi keluarga Oma Fransina di Dusun Perat. Selain itu, rombongan juga meninjau kondisi kesehatan Oma Fransina di RSU Saparua.
Dalam kunjungan tersebut, TP-PKK Kecamatan Saparua menyalurkan bantuan berupa susu dan bahan kebutuhan pokok, sementara BKKBN Kecamatan Saparua memberikan bantuan sembako.
Pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan BKKBN untuk menyalurkan bantuan lanjutan berupa sepatu, pakaian seragam, serta perlengkapan sekolah bagi ketiga cucu Oma Fransina.
Winny menambahkan, kondisi sosial keluarga Oma Fransina menunjukkan perkembangan positif. Pada awal pendampingan, keluarga tersebut cenderung tertutup dan sulit berinteraksi. Namun, setelah dilakukan pendekatan secara intensif, keluarga kini mulai terbuka dan mampu berkomunikasi dengan baik.
“Ini menjadi hal yang patut disyukuri, karena proses pendampingan bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga pemulihan kondisi sosial dan psikologis keluarga,” kata dia.
Setelah mengunjungi tempat tinggal keluarga tersebut, rombongan melanjutkan kunjungan ke RSU Saparua. Oma Fransina saat ini dirawat di Ruang Flamboyan dan menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan.
Menurut Winny, pada awal perawatan kadar hemoglobin (HB) Oma Fransina berada pada angka 2,9. Setelah mendapatkan beberapa kali transfusi darah, kadar HB meningkat menjadi 4,8. Meski demikian, Oma Fransina masih membutuhkan sekitar lima kantong darah golongan O untuk mendukung proses pemulihan.
Pemerintah Kecamatan Saparua pun mengimbau masyarakat yang memiliki golongan darah O untuk turut membantu mendonorkan darah.
Selain dukungan dari pemerintah kecamatan, perhatian juga datang dari TP-PKK Kecamatan Saparua, Penyuluh BKKBN, anggota TNI dan Polri, serta masyarakat Negeri Haria yang secara sukarela memberikan donasi dan rutin mengunjungi keluarga Oma Fransina di tempat tinggalnya. (*)










