SNI.ID, SAPARUA : Pemerintah Negeri Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, terus berupaya meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg) Kalopuri Jaya, khususnya pada program ketahanan pangan melalui usaha ayam petelur.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengunjungi BUMNeg Yana Lounusa Negeri Amahai untuk mempelajari pembuatan pakan racikan sebagai upaya menekan biaya operasional yang selama ini didominasi oleh pembelian pakan pabrikan.
Kepala Pemerintahan Negeri Mahu, Christina M. Lawalatta, mengatakan produksi telur dari usaha ayam petelur yang dikelola BUMNeg Kalopuri Jaya hingga kini masih berjalan dengan baik. Namun, hasil evaluasi menunjukkan biaya pakan menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan usaha tersebut.
“Produksi telur tetap maksimal, tetapi biaya operasional, terutama untuk pakan ayam, masih sangat tinggi. Selama ini kami masih menggunakan pakan pabrikan yang harganya terus meningkat sehingga cukup membebani usaha,” kata Christina, kepada media ini, Jumat (19/6/26).
Menurutnya, pemerintah negeri kemudian mencari referensi pengelolaan usaha yang lebih efisien. Dari informasi yang diperoleh, BUMNeg Yana Lounusa Negeri Amahai dinilai berhasil mengembangkan usaha ayam petelur dengan menggunakan pakan racikan sendiri.
Karena itu, pada Kamis (11/6/2026), Pemerintah Negeri Mahu bersama pengelola dan pengawas BUMNeg Kalopuri Jaya melakukan kunjungan studi ke Negeri Amahai. Rombongan diterima langsung oleh Raja Negeri Amahai, pengurus BUMNeg Yana Lounusa, serta jajaran pemerintah negeri setempat.
Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai teknik pembuatan pakan racikan, pengelolaan usaha, hingga strategi meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Christina mengungkapkan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi BUMNeg Kalopuri Jaya untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dalam mengelola badan usaha milik negeri.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara meracik pakan, sementara mereka juga menerima pengalaman yang kami bagikan terkait pengelolaan usaha. Jadi ini bukan sekadar belajar, tetapi saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antarlembaga BUMNeg di Kabupaten Maluku Tengah dapat terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan inovasi dalam pengembangan usaha desa.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilakukan agar masing-masing BUMNeg semakin berkembang, pengelola memiliki pengalaman yang lebih luas, dan usaha yang dijalankan semakin efektif serta berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Christina.










