SNI.ID, MALTENG : Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Rakib Sahubawa secara resmi melantik satu Kepala dan empat Penjabat Kepala Pemerintah Negeri (KPN), serta meresmikan Saniri Negeri Pasanea dalam prosesi yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Bupati Maluku Tengah, Selasa (29/7/2025).
Para pejabat yang dilantik bersamaan dengan Saniri Negeri Pasanea adalah:
1. Thony Berthy Apituley, sebagai Kepala Pemerintah Negeri Ihamahu, Kecamatan Saparua Timur.
2. Amirudin Setiawan Suneth, sebagai Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Rutah, Kecamatan Amahai.
3. Flip Leuhena, sebagai Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku.
4. Stevi Pattirajawane, sebagai Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku.
5. Marcus Tenlima, sebagai Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Leinitu, Kecamatan Nusalaut.
Pelantikan yang turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menandai komitmen Pemerintah Daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat negeri.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Rakib Sahubawa menegaskan pentingnya pelantikan ini sebagai bagian dari upaya pembenahan struktur pemerintahan negeri.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, saya mengucapkan selamat. Saya percaya, dengan kapasitas dan integritas yang saudara miliki, saudara mampu membawa negeri ke arah yang lebih maju,” ujarnya.
Bupati juga menitipkan empat pesan utama kepada para pejabat yang baru dilantik:
1. Jalankan tugas pemerintahan secara profesional dan beretika.
2. Kelola keuangan desa dengan transparan dan akuntabel.
3. Selesaikan persoalan internal mata rumah secara bijaksana.
4. Bangun kerja sama dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Secara khusus, Bupati menyoroti pentingnya peran para Penjabat Kepala Pemerintah Negeri dalam menyelesaikan persoalan internal mata rumah parentah, agar proses menuju pemilihan kepala pemerintahan definitif dapat segera dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.
“Fasilitasi segera penyelesaian masalah internal mata rumah agar tahapan pemilihan KPN definitif bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pejabat negeri yang baru dilantik bekerja sesuai fungsi dan kewenangan, menjaga rahasia jabatan, serta berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Terkait pengelolaan keuangan, Bupati meminta agar dana desa digunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan negeri yang rukun dan sejahtera.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi komitmen bersama untuk membangun negeri yang lebih baik dan harmonis,” pungkasnya. (*)










