Mini Lokakarya Digelar di Saparua, Sekcam: Penurunan Stunting Harus Jadi Gerakan Bersama

SNI.ID, AMBON – Puskesmas Booi-Paperu menggelar Mini Lokakarya (Minlok) Kecamatan dan Monitoring serta Evaluasi Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Triwulan II Tahun 2026 di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta para pemangku kepentingan sebagai forum evaluasi program kesehatan dan penyusunan strategi percepatan penurunan stunting.

Mewakili Camat Saparua, Sekretaris Kecamatan Idham Sopamena mengatakan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara sekaligus menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan di Kecamatan Saparua.

Menurutnya, Mini Lokakarya bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk mengevaluasi capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan selama tiga bulan terakhir.

“Mini lokakarya ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah bagi kita semua untuk mengevaluasi capaian apa saja yang telah dikerjakan selama tiga bulan terakhir,” kata Idham.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Saparua memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai negeri di wilayah tersebut.

Idham menegaskan, keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga masyarakat.

“Pemerintah Kecamatan Saparua sangat mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras, berdedikasi tinggi, dan turun langsung ke masyarakat memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia berharap hasil Mini Lokakarya dapat menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan, terutama pelayanan kesehatan dasar serta pemenuhan gizi ibu dan anak.

“Jadikan hasil lokakarya ini sebagai pedoman yang nyata. Temukan solusi yang tepat untuk permasalahan yang ada mulai dari pelayanan kesehatan dasar, gizi ibu dan anak,” ucapnya.

Pemerintah Kecamatan Saparua, lanjut Idham, akan terus mendukung dan bersinergi dengan Puskesmas Booi-Paperu serta seluruh pihak terkait demi mewujudkan masyarakat Saparua yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Baca Juga:  Sapulette: Pemuda Ambon Harus Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan

“Percepatan penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Melalui lokakarya ini, kita ingin menyatukan langkah, menyusun strategi, dan menguatkan komitmen semua pihak,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir solusi yang konkret dan kolaboratif untuk menurunkan angka stunting secara signifikan sekaligus mendukung target nasional menuju Indonesia bebas stunting.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *