SNI.ID, AMBON — Tim Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku kembali melanjutkan proses evakuasi benda yang diduga menyerupai bom pesawat di kawasan Percetakan Negara, Jalan Dr. Setiabudi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (27/7/2026).
Sejak pukul 09.30 WIT, personel Gegana melakukan penggalian secara hati-hati terhadap benda yang masih tertanam di dalam tanah. Area lokasi juga disterilkan dengan pemasangan garis polisi dan dijaga personel TNI-Polri untuk mencegah warga mendekati titik temuan.
Demi alasan keselamatan, akses jalan di sekitar lokasi ditutup sementara. Warga yang bermukim di sekitar lokasi penemuan juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi situasi yang membahayakan.
Benda tersebut pertama kali ditemukan warga bernama Stevi Simatauw pada Ahad (26/7/2026) saat melakukan penggalian untuk memindahkan tiang bendera. Pemindahan dilakukan setelah pohon di lokasi ditebang sebagai bagian dari persiapan pembangunan lahan parkir.
Stevi mengatakan, penggalian dimulai sekitar pukul 17.00 WIT. Setelah berlangsung sekitar satu jam, alat gali yang digunakan membentur sebuah benda yang bentuknya menyerupai bom atau mortir.
“Begitu melihat bentuk benda itu, kami langsung menghentikan seluruh aktivitas penggalian. Kami tidak berani melanjutkan pekerjaan karena khawatir benda tersebut berbahaya,” ujar Stevi.
Sementara itu, Pasi Min Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku, AKP B. Liroga, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis benda yang ditemukan karena belum terlihat secara utuh.
Menurut dia, bagian yang baru tampak dari dalam tanah adalah bagian ekor sehingga identifikasi belum bisa dilakukan secara pasti. Meski demikian, berdasarkan pengamatan awal, bentuk benda tersebut menyerupai bom pesawat.
“Kami belum bisa memastikan benda tersebut karena belum terlihat utuh. Dari perkiraan awal operator, bentuknya memang mirip bom pesawat, tetapi itu masih dugaan sementara,” kata AKP B. Liroga.
Ia menambahkan, Tim Gegana telah berkoordinasi dengan kepolisian sektor setempat, TNI, dan Bhabinkamtibmas untuk mengamankan lokasi selama proses evakuasi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, proses penggalian dan identifikasi masih dilakukan oleh Tim Gegana guna memastikan jenis benda tersebut sekaligus menjamin keamanan masyarakat di sekitar lokasi.








