Negeri Adm Mahu Jadi Peserta Terbaik KDMK 2026, Christina Lawalata: Saatnya Desa Berinovasi

SNI.ID, SAPARUA – Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Christina M. Lawalata, SE, mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Maluku Tengah yang telah memberikan kesempatan kepadanya mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II Tahun 2026 di Universitas Indonesia (UI), Depok.

Program hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Universitas Indonesia itu berlangsung pada 13-16 Juli 2026.

“Bersyukur karena diberi kesempatan mengikuti program KDMK kolaborasi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri dengan Universitas Indonesia,” kata Christina kepada media ini, Kamis (23/7/2026).

Ia mengaku bangga dapat belajar bersama ratusan kepala desa dari seluruh Indonesia dalam program tersebut.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pembelajaran di kampus ternama sekaligus berdiskusi dengan kepala desa berprestasi menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Kapan lagi kita punya kesempatan untuk belajar bersama seperti ini di kampus ternama dan diajar oleh para ahli di bidangnya. Kemudian bertemu dengan kepala desa lainnya sambil bertukar pengalaman, informasi, sekaligus membangun jaringan,” ujarnya.

Christina mengungkapkan, Negeri Administratif Mahu berhasil meraih predikat peserta terbaik dari 434 kepala desa yang berasal dari 38 provinsi dalam pelaksanaan KDMK Angkatan II Tahun 2026.

Keberhasilan itu diraih karena komitmen Negeri Adm Mahu dalam mendorong modernisasi tata kelola pemerintahan desa berbasis data, transparan, dan akuntabel, serta mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan publik.

Selain itu, Negeri Adm Mahu juga dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif, seperti ketahanan pangan dan pariwisata bahari, serta mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mengadopsi ilmu bisnis modern dari para akademisi Universitas Indonesia.

Baca Juga:  UHC Provinsi Maluku, 99 Persen Masyarakat Terlindungi Program JKN

Tak hanya itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa desa di wilayah kepulauan Maluku mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa adat lainnya di Kabupaten Maluku Tengah dalam menghadirkan inovasi pembangunan.

Melalui program tersebut, Negeri Adm Mahu juga memperluas jejaring strategis dengan akademisi, kementerian, sektor swasta, hingga ratusan kepala desa dari seluruh Indonesia guna saling bertukar pengalaman dan mengadopsi berbagai inovasi pembangunan desa.

“Semoga apa yang kami pelajari dapat diterapkan di Negeri Adm Mahu, bahkan menjadi inspirasi bagi kepala desa di Saparua, Saparua Timur, hingga Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Sudah saatnya setiap desa berinovasi melalui potensi yang dimiliki. Kita belajar dari desa-desa di Jawa, walaupun memiliki keterbatasan, mereka mampu menggali potensi untuk diberdayakan,” tutup Christina.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *