SNI.ID, SAPARUA — Warga Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat resah karena dikhawatirkan dapat merusak peralatan elektronik di rumah.
Sebelumnya, PLN ULP Saparua telah melakukan pemadaman total pada 18 Juli 2026 dalam rangka pemeliharaan kubikel PLTD, perambasan pohon, dan sejumlah pekerjaan pemeliharaan jaringan lainnya. Namun, meski kegiatan tersebut telah dilaksanakan, pemadaman listrik masih terus terjadi.
Sejumlah warga berharap PLN segera mengatasi gangguan tersebut agar pasokan listrik kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, PLN ULP Saparua menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, PLN menjelaskan bahwa gangguan disebabkan oleh kerusakan permanen pada trafo Kusu-Kusu di Negeri Ouw. Gangguan itu mengakibatkan sistem kelistrikan Saparua mengalami blackout beberapa kali.
PLN juga mengungkapkan, pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIT, warga melaporkan adanya ledakan pada trafo tersebut. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan menghentikan sementara pengoperasian trafo.
“Sementara ini trafo dalam kondisi off operasi. Petugas sedang melakukan inspeksi untuk menentukan langkah perbaikan atau penggantian trafo dengan berkoordinasi bersama UP3 Ambon,” demikian penjelasan PLN.
Saat ini, petugas melakukan penormalan sistem secara bertahap sambil menunggu proses perbaikan. PLN berharap proses pemulihan dapat berjalan lancar sehingga pasokan listrik di Saparua segera kembali normal.
PLN juga meminta dukungan dan pengertian masyarakat selama proses penanganan gangguan berlangsung serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.








