PAMA: Jangan Kaitan Program Pembangunan di Kota Ambon dengan Isu Agama

SNI.ID, AMBON – Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) membantah keras isu yang menyebutkan program pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun air bersih, yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Bodewin Wattimena hanya menguntungkan golongan atau agama tertentu.

Wakil Ketua Umum PAMA, Moh Ridwan, menilai isu tersebut sesat dan tidak berdasar.

“Program-program pembangunan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon tentu mengedepankan prinsip pemerataan, kualitas, dan keadilan,” kata Ridwan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, rekam jejak Bodewin Wattimena baik ketika menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Ambon maupun Wali Kota Ambon definitif, Bodewin merupakan pemimpin yang nasionalis dan semua golongan.

“Beliau adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat Kota Ambon. Siapa pun dengan latar belakang agama, suku, golongan maupun ras tentu akan diperhatikan dan diakomodasi dalam program maupun kebijakan pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Ridwan mengatakan, pelaksanaan program pembangunan, baik infrastruktur jalan maupun penyediaan air bersih, dilakukan berdasarkan perencanaan yang terukur dan skala prioritas.

Karena itu, PAMA mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan kepentingan golongan atau agama tertentu.

Ia juga meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan prinsip tabayyun dengan melakukan koordinasi serta konfirmasi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan sebelum menyampaikan pernyataan atau menyebarkan isu terkait pembangunan di Kota Ambon.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tetap menahan diri, mengedepankan prinsip tabayyun, serta melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan sebelum memberikan pernyataan atau menyebarkan isu di ruang publik,” katanya.

Menurutnya, isu yang membawa-bawa agama dalam pembangunan Kota Ambon sudah tidak relevan. Jika terus disebarkan, isu tersebut justru akan berdampak terhadap kerukunan masyarakat.

Baca Juga:  Capai Zona Kuning, Pemkab Aru Sabet 3 Piagam Penghargaan

“Isu-isu SARA hanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, terutama masyarakat Kota Ambon yang sudah hidup rukun, damai, dan bersatu,” tegasnya.

Ridwan menilai, kondisi damai dan kerukunan yang telah terbangun di Kota Ambon merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama.

“Modal sosial ini sangat penting untuk kita jadikan sebagai satu kekuatan untuk pembangunan Kota Ambon,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon membutuhkan stabilitas, kekompakan, solidaritas, serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan secara maksimal.

PAMA, kata Ridwan, juga mendukung kepemimpinan Bodewin Wattimena dan Elly Toisuta sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025-2030. Keduanya memang resmi memimpin Kota Ambon untuk periode tersebut setelah dilantik pada 20 Februari 2025.

“Kami mendorong dan mendukung kepemimpinan Bodewin Wattimena dan Elly Toisuta untuk menuntaskan seluruh janji politik dan program-program pembangunan yang telah dituangkan dalam visi dan misi serta RPJMD Kota Ambon periode 2025-2030,” ujarnya.

Ridwan kembali menegaskan bahwa isu yang menyebutkan adanya nepotisme dalam pembangunan jalan maupun air bersih di Kota Ambon tidak benar, tidak berdasar, dan menyesatkan.

PAMA juga menilai pemerintah selama ini telah memberikan perhatian kepada berbagai kelompok dan golongan masyarakat yang dibuktikan melalui berbagai karya dan capaian pembangunan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *