Lawalata : Wisata Mahu Tak Hanya Rekreasi, Tapi Juga Jadi Tempat Edukasi

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON – Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Administratif Mahu, Christina M Lawalata, terus mendorong pengembangan sektor pariwisata desa di Negeri Mahu, Pulau Saparua, Maluku Tengah.

Christina mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan visinya sebagai kepala pemerintahan negeri untuk menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki Mahu, baik dari sektor laut maupun darat, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik wisata.

“Ini sejalan dengan visi saya sebagai Kepala Pemerintah, yaitu menggali potensi sumber daya alam yang ada di Negeri Mahu, serta mengembangkan pariwisata desa berdasarkan potensi yang dimiliki,” kata Christina kepada media ini, Sabtu (9/5/26)

Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir berbagai sarana pendukung pariwisata mulai dibangun sejak tahun 2023. Saat itu pemerintah negeri membangun gazebo sebagai fasilitas awal bagi pengunjung.

“Setelah itu, pembangunan dilanjutkan dengan menghadirkan kafe mini sebagai penunjang wisata. Terbaru, Pemerintah Negeri Mahu juga baru saja menyelesaikan pembangunan jembatan trekking mangrove sepanjang 80 meter yang kini menjadi salah satu ikon wisata di wilayah tersebut,”ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Christina menyebutkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan untuk tahun ini.

Di antaranya pembangunan tempat penjualan sebagai bentuk pemberdayaan ibu-ibu, pengembangan fasilitas kafe, hingga penyediaan perlengkapan pendukung hiburan seperti sound system untuk karaoke maupun live music.

“Kami juga menyiapkan lahan parkir di sisi kanan depan jembatan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah negeri juga berencana memperbaiki dan memperluas kawasan wisata mangrove agar dapat dilengkapi dengan fasilitas tambahan lainnya.

Christina menjelaskan, ke depan jika anggaran memungkinkan, pihaknya akan mengusulkan proposal ke kementerian maupun pemerintah provinsi agar jalur jembatan trekking bisa diperpanjang.

“Jadi bukan hanya sampai di titik sekarang, tetapi bisa mengelilingi kawasan mangrove atau bakau yang ada di bawahnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Pastikan Perlindungan Kesehatan Petugas Pemilu, BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Bawaslu Provinsi Maluku

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, KPN menyebutkan pihaknya juga merencanakan pemberian nama khusus untuk wisata mangrove tersebut, termasuk pemasangan papan nama pada pohon-pohon yang ada di kawasan itu. Rencana ini nantinya akan melibatkan mahasiswa, khususnya dari bidang pertanian dan lingkungan.

Ia menambahkan, belum lama ini pihak Universitas Pattimura (Unpatti), termasuk dosen yang berkunjung, juga mengusulkan konsep wisata edukasi tersebut.

KPN berharap ekowisata mangrove Mahu tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Seluruh upaya ini, merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan dana desa untuk mendukung pembangunan dan pengembangan pariwisata di Negeri Mahu,” Harapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *