SNI.ID, LANGGUR : Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Dadang Hartanto, menjenguk Kapolres Tual Whansi Des Asmoro yang tengah menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (25/2/2026).
Kapolres Tual dirawat setelah terkena anak panah saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kota Tual, Selasa (24/2/2026). Insiden itu terjadi ketika Kapolres memimpin langsung pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif guna menghentikan konflik agar tidak meluas.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda hadir bersama pejabat utama Polda Maluku serta didampingi unsur Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Kehadiran rombongan menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan kepada jajaran di lapangan, sekaligus memastikan kondisi kesehatan Kapolres dan anggota yang turut terluka.
Kapolda juga berdialog dengan tim medis dan keluarga pasien untuk memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan kesehatan Kapolres Tual pascakejadian.
Kepada wartawan, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Kota Tual, serta mengajak masyarakat mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat.
“Ada permasalahan di lingkungan kita, mari kita selesaikan secara baik. Apalagi jika itu melibatkan saudara dan tetangga sendiri. Kedamaian adalah cerminan budaya kita,” ujar Kapolda.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi yang berujung konflik terbuka.
Menurutnya, bentrokan antar pemuda tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap rasa aman masyarakat dan citra daerah.
“Tual adalah kota yang indah, alamnya luar biasa. Jangan sampai tindakan yang mengganggu keamanan membuat orang enggan datang. Dampaknya bisa dirasakan Maluku secara keseluruhan,” tegasnya.
Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kedamaian sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Mari kita cintai negeri kita, cintai kota kita. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Usai menjenguk Kapolres Tual, rombongan Kapolda Maluku melanjutkan kunjungan ke Desa Fiditan sebagai bagian dari langkah penguatan situasi kamtibmas dan pendekatan kepada masyarakat pasca insiden.










