SNI.ID, SAPARUA – Ratusan masyarakat Saparua memadati Gunung Saniri dalam prosesi pembakaran api obor yang dilakukan oleh tua-tua adat dari Negeri Tuhaha, Kamis (14/5/2026).
Prosesi yang berlangsung sakral dan penuh khidmat itu menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi adat masyarakat Saparua yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, ST, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, para raja negeri, hingga masyarakat dari berbagai elemen.
Setelah api dinyalakan, obor kemudian diarak secara adat oleh para pemuda dan masyarakat menuju Kota Saparua. Arak-arakan berlangsung meriah namun tetap khidmat, diiringi lantunan syair perjuangan serta tabuhan tifa yang menggema sepanjang jalur kampung.
Obor dibawa melewati sejumlah titik, mulai dari Baileo Negeri Saparua, kemudian diarak menuju Negeri Tiouw, dilanjutkan ke Negeri Porto dan Negeri Haria. Selanjutnya obor dibawa menuju Rumah Thomas Matulessy.
Rangkaian prosesi akan dilanjutkan dengan ritual adat di Baileo Negeri Haria sebelum obor disemayamkan sebagai simbol penyatuan antara semangat perjuangan masa lalu dan tekad generasi masa kini.
Untuk memastikan jalannya prosesi berlangsung aman dan lancar, sebanyak 183 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease bersama Direktorat Samapta Polda Maluku serta Sat Brimobda Maluku. Selain itu, personel TNI gabungan dari Kodim 1504/Ambon dan Koramil 1504-03/Saparua juga turut dikerahkan.
Kegiatan ini juga dihadiri masyarakat adat Negeri Tuhaha, para raja se-Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Camat Saparua, tokoh agama, jajaran pemerintahan, hingga pemuda-pemudi.
Keesokan harinya, akan dilakukan upacara peringatan HUT Pattimura ke-209 dengan Inspektur Upacara adalah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Suasana haru dan kebanggaan terasa kuat dalam prosesi tersebut, menandakan warisan sejarah perjuangan Pattimura masih terus dijaga dan dirawat oleh masyarakat Lease hingga hari ini.










