Kapolresta Ambon Ajak Leawaka Haria Perkuat Persatuan dan Libatkan Perempuan Jaga Perdamaian

SNI.ID, AMBON – Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., mengajak keluarga besar Leawaka Haria memperkuat persatuan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Ia juga mendorong keterlibatan perempuan dalam upaya pencegahan dan penyelesaian konflik di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Andrias dalam sambutannya pada Musyawarah Besar (Mubes) Leawaka Haria. Menurut dia, keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi kepolisian, pemerintah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.

“Atas nama pribadi dan institusi Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh panitia serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini,” kata Andrias.

Ia berharap Mubes menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menyatukan pandangan, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan masyarakat Leuwaka Haria.

Andrias menegaskan, musyawarah besar tidak hanya menjadi forum pemilihan pengurus dan evaluasi program kerja, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan dan menentukan arah organisasi ke depan.

Menurut dia, kondisi keamanan yang terjaga tidak terlepas dari kontribusi seluruh pihak. Karena itu, masyarakat diharapkan terus membangun komunikasi dan kerja sama guna mencegah konflik yang dapat menimbulkan korban jiwa dan penderitaan.

Dorong perempuan terlibat dalam penyelesaian konflik

Dalam sambutannya, Andrias juga menyampaikan gagasan untuk menginisiasi program “Ina Baku Jaga”, yang mendorong keterlibatan perempuan dalam menjaga perdamaian dan membantu menyelesaikan konflik.

Ia menilai, perempuan dan anak-anak kerap menjadi kelompok yang paling rentan ketika konflik terjadi. Oleh karena itu, perempuan perlu diberikan ruang lebih besar untuk terlibat dalam upaya pencegahan konflik, bukan sekadar menjadi pihak yang terdampak.

Baca Juga:  Jelang Imlek 2574, Yayasan Simpati Gelar Sejumlah Kegiatan 

“Kita menyadari bahwa ketika konflik terjadi, perempuan dan anak-anak sering kali menjadi kelompok yang paling rentan dan merasakan dampak paling besar. Karena itu, perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pihak yang terdampak, tetapi juga harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Andrias mengingatkan kembali pengalaman pada masa konflik tahun 2000, ketika perempuan, termasuk para pedagang di pasar, berperan sebagai penghubung komunikasi melalui peran yang dikenal dengan sebutan “Papa Lele”.

Pengalaman tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun komunikasi, meredakan ketegangan, dan menjaga hubungan persaudaraan. Peran itu dinilai perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya menjaga ketenteraman masyarakat.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan keluarga besar Leuwaka Haria dalam merumuskan program organisasi ke depan.

Lebih lanjut, Andrias mengingatkan bahwa ikatan sejarah, adat, budaya, dan persaudaraan merupakan kekuatan masyarakat Leuwaka Haria yang harus terus dipelihara.

Ia menekankan bahwa pengurus yang terpilih nantinya harus memandang jabatan sebagai amanah dan bentuk pengabdian, bukan semata-mata kedudukan.

“Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mau mendengar, mau merangkul, mau melayani, dan bekerja nyata bagi kepentingan seluruh anggota serta masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda Leawaka Haria berperan aktif dalam organisasi, menjaga nilai-nilai adat dan budaya, memperkuat solidaritas, serta mengembangkan potensi sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, Andrias menegaskan bahwa Polri membuka ruang komunikasi dan pelayanan bagi masyarakat selama 24 jam. Melalui komunikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan persoalan dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga keamanan di wilayah Kota Ambon, Pulau-Pulau Lease, dan Maluku secara umum.

Baca Juga:  Buka Pesparawi XI, PJ Gubernur Maluku Ajak Pererat Persaudaraan dan Toleransi

Ia turut mengajak seluruh keluarga besar Leawaka Haria untuk terus merawat nilai-nilai pela dan gandong yang menjunjung tinggi semangat saling menghormati, menjaga, dan menguatkan.

Menurut Andrias, persatuan dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang harmonis sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap Mubes Leawaka Haria menghasilkan keputusan yang bijaksana, gagasan konstruktif, serta kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang, usia, maupun pandangan.

“Dari persatuan lahir kekuatan, dan dengan kekuatan itu kita wujudkan masa depan Leawaka Haria yang semakin maju, harmonis, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *