SNI.ID, SAPARUA – Masyarakat di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kembali bisa menikmati bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah beberapa tahun mengalami keterbatasan akses. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu mobilitas warga dan kegiatan ekonomi setempat.
Nelsyon Michael Louhenapessy mengatakan, ketersediaan BBM bersubsidi di SPBU Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama pengendara mobil dan sepeda motor yang selama ini kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.
“Selama ini, keterbatasan akses terhadap BBM bersubsidi menjadi kendala bagi kehidupan masyarakat, khususnya para pengendara mobil dan sepeda motor. Sekarang masyarakat Saparua sudah bisa menikmati BBM bersubsidi,” kata Nelsyon kepada media, Jumat (16/10/26).
Dia mengatakan, tersedianya akses BBM bersubsidi bagi masyarakat Saparua tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak. Menurutnya, masyarakat di wilayah kepulauan juga membutuhkan akses bahan bakar dengan harga terjangkau untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Nelsyon menyampaikan terima kasih kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Ketua DEPIDAR XXIX SOKSI Provinsi Maluku Rohalim Boy Sangadji, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, serta Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir.
Menurut Nelsyon, surat rekomendasi yang dikeluarkan gubernur dan bupati turut membantu proses pengupayaan akses BBM bersubsidi bagi masyarakat Saparua.
Nelsyon menyebutkan harga Pertalite saat ini Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp 6.800 per liter. Dia berharap harga tersebut dapat membantu meringankan pengeluaran masyarakat, terutama pengendara yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ini sangat membantu masyarakat, terutama para pengendara yang selama ini mengharapkan akses terhadap BBM bersubsidi,” ujarnya.
Untuk membeli BBM bersubsidi, kendaraan harus memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk memiliki kode QR atau *barcode* yang digunakan dalam proses pembelian.
Nelsyon mengatakan, pihaknya turut membantu masyarakat yang belum memiliki kode QR agar dapat mengikuti proses pendaftaran. Sosialisasi mengenai mekanisme pembelian BBM bersubsidi juga telah dilakukan kepada sejumlah pengendara.
Dia kembali mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Rohalim Boy Sangadji yang disebut turut membantu koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Nelsyon berharap ketersediaan BBM bersubsidi dapat terus mendukung kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat di Pulau Saparua.
“Saya berharap penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima,” Harapnya. (*)









