Kadisperindag : H-1 Lebaran, Harga dan Stok Barang di Pasar Masih Stabil

  • Whatsapp

SNI.ID, Ambon – Pemantauan harga dan stok barang penting dilakukan untuk melakukan pengendalian harga dan ketahanan barang. Ketahanan barang dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan konsumsi kebutuhan pokok per orang, jelang hari raya idul fitri 1442 hijriah.

Untuk itu, Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano, usai memantau bongkar konteiner telur, Rabu (12/5) mengatakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku terus giat melakukan pengawasan harga maupun stok kebutuhan pokok ke distributor, pedagang dan pasar.

“Sampai dengan H-1 pantauan kami dan Satgas di pasar, stok kebutuhan pokok masih stabil dan harga juga sangat terkendali. Menjelang H-1 ini yang stok yang sempat mengkhawatirkan itu adalah telur. Karena sejak kemarin stok telur di distributor itu kosong,”kata Elvis.

“Kemarin siang saya meminta seluruh staf Dinas Perindag Maluku melakukan identifikasi stok di seluruh pedagang telur dan pengecer telur yang ada di pasar gotong royong, pasar Mardika, sampai pasar Batu Merah, untuk mengetahui berapa banyak stok telur yang ada di pedagang pasar. Ternyata itu masih ada tersisa 500 ikat, yang berarti ada 90.ribu butir,”ungkapnya.

Menurutnya, jika jumlah 90ribu butir itu dihitung untuk kebutuhan perhari, bisa bertahan paling lama 2 hari sampai dengan besok. Dengan stok yang masih memadai, harga telur masih tetap normal, dikisaran Rp 1500- Rp 1.800,- tergantung besar kecilnya telur.

Ia menjelaskan karena saat ini sudah H-1 Idul Fitri. Maka selesai inventarisir stok telur di pedagang, Kadis Perindag, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, Polly Jamlean, dan staff langsung berkoordinasi dengan seluruh operator pelayaran, untuk menanyakan jadwal kapal yang terdekat, ternyata spill yang masuk hari ini ,Rabu (23/05/2021) jam 6 sore.

Baca Juga:  Lindungi Garis Pantai dan Abrasi, Korem 151/Binaiya Gelar Penanaman Mangrove

“Tapi pimpinan cabang sempat katakan, Pak Kadis kita bisa masuk tapi kita baru bisa bongkar tanggal 15 Mei. Karena aktivitas pelabuhan mulai tanggal 12 Mei jam 4 sore itu close atau libur. Tadi kami koordinasi dengan KSOP, Pelindo, TKBM, kita semua sepakat libur hanya untuk karyawan. Tetapi aktivitas bongkar muat untuk barang kebutuhan pokok tetap harus jalan,”tandasnya.

Ia menjelaskan dengan koordinasi tersebut, akhirnya saat kapal masuk jam 6 sore, langsung dilakukan bongkar. Ada dua atau tiga distributor yang sudah dihubungi, besok mereka akan keluarkan telur dari pelabuhan untuk didistribusikan pedagang.

Ia menambahkan, adapun konteiner yang tadi sore dibongkar adalah sebanyak 17 buah. Dari 17 konteiner tersebut, 12 kontainer itu berisi telur, 5 kontainer itu campuran. Rata-rata 1 kontainer itu 800 ikat. Satu ikat itu 6 rak. 1 tak itu 30 butir. Jika dikalikan 12 konteiner ,berarti ada 1.728 000 butir telur.

“Amanlah kita ke depan selama seminggu. Barusan saya di hubungi GM Tanto, beliau meminta kami memfasilitasi untuk sandar dan bongkar, karena kapal mereka akan masuk tanggal 14 Mei pagi. Tadi saya lihat daftar ada lebih dari 20 lebih, hampir 30 kontainer sembako, diantaranya ada telur juga 5 kontainer. Dengan demikian setelah Idul Fitri juga stok barang tetap normal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena Disperindag Maluku tetap mantau stok barang kebutuhan pokok,”katanya.

Selain telur, Ia juga mengatakan, stok barang lainnya seperti bawang merah masih Rp 30ribu, padahal minggu kemarin masih Rp 34ribu sampai Rp 36ribu. Bawang putih n Naik dari 28.500, Rp29 ribu naik ke naik dari Rp 29ribu enjadi Rp 30ribu-Rp 32ribu.

Kentang juga di sekitar Rp 18ribu, biasanya Rp 16ribu. Wortel juga sekitar Rp20ribu. Kenaikan ini dikarenakan permintaan yang banyak jelang Idul Fitri, karena sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  Hadiri Rakor Penurunan Stunting di Malra, Ini Pesan Widya Murad Ismail

Menurutnya, yang mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu daging sapi dan cabe rawit. Daging sapi minggu lalu sudah Rp120ribu sejak Senin . Hal ini disebabkan karena pembatasan transportasi dari Ambon ke Seram, Ambon ke Namlea, yang membuat pengiriman juga terganggu.

“Bahkan tadi pagi itu semua pedagang menjual daging sapi Rp130.ribu per kilo. Tapi begitu jam 9 pagi kita tiba di pasar, bersamaan dengan masuknya sapi dari Namlea,mereka langsung potong dan distribusi ke los daging , harga akhirnya turun menjadi Rp 120ribu,”tuturnya.

Ia juga menambahakan pedagang juga diberikan kupon untuk pembeli langsung menyebutkan berapa kilo yang akan dibeli. Sementara saat ini stok ayam potong cukup berlimpah. (SNI-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *