Kapolsek Leihitu Mediasi Kasus Bentrok Warga, Berakhir Damai

  • Whatsapp

SNI.ID, MALTENG – Kasus bentrok antara warga negeri Seith dengan warga negeri Morella yang berlangsung di Kantor Polsek Leihitu, Jumat (1/3/24) akhirnya membuahkan hasil. Kedua kubu tersebut sepakati untuk berdamai.

Dalam penyelesaian kasus bentrok warga di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah ini, Kapolsek Leihitu Iptu Moyo Utomo langsung melakukan mediasi. Mediasi ini terkait permasalahan yang terjadi pada Rabu (28/2/24) antara saksi PKB yang berasal dari Negri Seith dan Saksi PKB dari Negeri Morella. Pada saat rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilihan umum tahun 2024 di PPK Kecamatan Leihitu, terjadi penganiayaan dan saling serang antara kedua kelompok masa yakni kelompok masa dari negeri Morella dan kelompok masa dari negeri Seith.

Diketahui, mediasi dihadiri oleh kedua belah pihak masing-masing pihak Negeri Morella, Fadil Sialana (Raja Negeri Morella), Taib Sasole ( Staf Negeri Morella), Sertu Ujalin Latukau (Ketua Pemuda Negeri Morella), Sadam Latukau (Pelaku Penganiayaan Basri Talla), Abd Rahman Latukau (Korban Penganiayaan Bpk Hairum Hataul). Sementara pihak Negeri Seith Rivi Ramli Nukuhehe (Raja Negeri Seith), Ahmad Talla dan Jumadi Talla (Keluarga Korban Basri Talla), Hairum Hataul (Pelaku Penganiayaan Abd Rahman Latukau).

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Leihitu Iptu Moyo Utomo menyampaikan banyak terimakasih kepada kedua belah pihak yang telah hadir di sini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Saya menghimbau agar persoalan ini sebagai pelajaran untuk kita semua, Insya Allah ke depan tidak terulang kembali dan mari kita sama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Jazirah Leihitu,” pinta Kapolsek.

Selain itu, Raja Negeri Seith Rivi Ramli Nukuhehe mengatakan terkait dengan persoalan ini, dirinya menghimbau kepada pihak korban bahwa mari melihat kejadian ini adalah musibah, jangan ada yang menyimpan dendam agar kedua negeri bisa menjalin hubungan silaturahmi seperti dulu lagi karena semua adalah orang bersaudara.

Baca Juga:  Jelang HUT TNI ke-78 Pangdam Pattimura Pimpin Ziarah Di TMP Kapahaha

Sementara itu, Ketua Pemuda Negeri Morella Sertu Ujalin Latukau menyampaikan sebagai pemuda mewakili pemuda meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi.

“Untuk biaya pengobatan itu Menjadi tanggung jawab kita dan setelah penyelesaian masalah ini agar tidak terulang kembali,” Ungkapnya.

Ditempat yang sama, Raja Negeri Morella Fadil Sialana turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Negeri Seith.

“Ini sebagai pelajaran buat kita semua, semoga ke depan tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi,” harapnya.

Diakhir pertemuan mediasi juga dibuat Surat Pernyataan Kesepakatan Damai dan Surat Pernyataan Perorangan.

Usai mediasi, Kedua belah pihak bersama – sama menjenguk Korban warga Negeri Seith Basri Talla yang semntara di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon.

Diketahui juga, setelah di pertemukan dan kedua belah pihak bersepakat untuk permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan bersedia melakukan permohonan Pencabutan

Laporan Polisi NO : LP / B / 15 / II / 2024 / SPKT / Polsek Leihitu / Polresta Ambon / Polda Maluku

Pelapor : Abd.rahman Latukau Als Mance

Terlapor : Hairum Hataul Als arab serta Pencabutan Laporan Polisi NO : LP / B / 16 / II / 2024 / SPKT / Polsek Leihitu / Polresta Ambon / Polda Maluku Dengan Pelapor : Ahmad Talla

Terlapor : Sadam Latukau. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *