Sentra Wasana Bahagia Ternate Tinjau Kondisi Oma Fransina, Rumah Layak Huni Jadi Prioritas

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Balai Sentra Wasana Bahagia Ternate di bawah Kementerian Sosial meninjau kondisi Oma Fransina Tamaela di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (6/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal, kesehatan, serta kebutuhan dasar keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Peninjauan diawali di rumah Oma Fransina, dilanjutkan dengan melihat lahan hibah di Dusun Haria Perat, Negeri Haria, serta menjenguk Oma Fransina yang sedang menjalani perawatan di RSU Saparua. Dalam kesempatan itu, Camat Saparua Winny Prajawati Salamor juga menyerahkan bantuan perlengkapan rumah tangga.

Perwakilan Sentra Wasana Bahagia Ternate, Ismar, mengatakan bahwa kondisi Oma Fransina Tamaela menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan Kementerian Sosial.

Menurutnya, kehadiran Kemensos merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab persoalan sosial yang dialami keluarga tersebut.

“Tempat tinggal Oma Fransina sangat tidak layak huni dan membutuhkan perhatian khusus. Ini menjadi pesan Menteri Sosial agar kami memfasilitasi dan menggali seluruh kebutuhan keluarga, termasuk persoalan anak dan cucu yang memerlukan penanganan,” ujar Ismar.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan dasar berupa sembako dan nutrisi melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Selain itu, Kemensos juga mengupayakan renovasi rumah tidak layak huni melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate bekerja sama dengan Kemensos pusat.

Dari hasil peninjauan, ditemukan pula sejumlah permasalahan pendidikan. Dua cucu Oma Fransina diketahui belum mampu membaca dan menulis meski sudah berusia sekolah. Kondisi tersebut akan didalami untuk menentukan penanganan yang sesuai, termasuk kemungkinan dirujuk ke Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial.

“Selain rumah dan pendidikan, kebutuhan air bersih serta fasilitas MCK juga menjadi perhatian dan akan dikaji lebih lanjut agar masuk dalam program penanganan,” katanya.

Baca Juga:  Yonif 733/Masariku Disiapkan untuk Operasi Satgas Pamtas RI-PNG Mobile

Ismar menegaskan, keberhasilan penanganan kasus ini memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah.

Menurutnya, peran Kemensos lebih bersifat stimulasi, sementara pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pengawasan dan pendampingan.

Sementara itu, Camat Saparua Winny Prajawati Salamor mengapresiasi respons cepat Kementerian Sosial melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate.

Ia menyebut sudah ada kepastian bantuan berupa rumah layak huni, sembako, nutrisi, serta dukungan pendidikan bagi cucu-cucu Oma Fransina.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera terealisasi sehingga keluarga Oma Fransina yang puluhan tahun tinggal di gubuk tidak layak huni dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.

Camat Winny juga mengimbau seluruh pemerintah negeri di Kecamatan Saparua agar lebih proaktif melaporkan kondisi warganya yang rentan dan membutuhkan perhatian serius pemerintah, guna mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *