Polda Maluku Temui Tokoh Agama dan Warga Sosialisasi Kamtibmas

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Satgas Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, terus melakukan sosialisasi kamtibmas menjelang Pemilu 2024, dengan cara menemui masyarakat secara langsung.

Sasaran sosialisasi menyasar tokoh agama maupun kelompok masyarakat seperti tukang ojek maupun pengayuh becak di kota Ambon, Senin (11/12/2023).

Tim sosialisasi kamtibmas yang dipimpin oleh Kompol Helda Misse Siwabessy, dari Satgas Preemtif, Subsatgas Binmas OMB Salawaku Polda Maluku ini, juga berkunjung ke kantor Sinode GPM. Mereka diterima oleh Pdt. Dr. Rudy Rahabeat dan Pegawai Kantor Sinode.

Saat bertatap muka dengan tokoh agama, tim mengajak untuk bersama-sama aparat Kepolisian berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Tokoh agama juga diharapkan dapat menghimbau masyarakat untuk mendukung terselenggaranya Pemilu Damai, dan tetap saling menghormati perbedaan serta bersama merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam pertemuan itu, kami juga mendapatkan saran dan masukan dari Bapak Pendeta agar Polda Maluku dapat memberikan himbauan kamtibmas secara tertulis melalui Sinode GPM, sehingga Sinode GPM dapat mendistribusikan himbauan tersebut ke seluruh Gereja baik yang ada di Maluku maupun Maluku Utara. Selain itu, juga akan dibacakan setiap kali ibadah Minggu dan disampaikan juga dalam khothbah,” kata Kompol Helda.

Terkait dengan maraknya kegiatan Santa Clause menjelang perayaan Natal, aparat Kepolisian juga diharapkan untuk dapat melakukan kunjungan ke kantor AMGPM.

“Sehingga dapat memberikan himbauan kepada para pemuda yang menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk menjaga kamseltibcarlantas pada saat berada di jalan raya sehingga tidak menggangu aktifitas pejalan kaki yang lain,” katanya.

Selain menemui tokoh agama, tim Satgas Preemtif juga menemui tukang ojek dan pengayuh becak di sejumlah kawasan di kota Ambon.

Baca Juga:  Momen Ortu Catar Akpol ke Udinus Semarang: Lihat Saja Sudah Senang

“Kami juga menghimbau kepada para tukang ojek dan tukang becak untuk mendukung Pemilu damai, tetap saling menghormati setiap pilihan dengan menjunjung toleransi untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk terus mewaspadai beredarnya berita hoax maupun hate speech menjelang Pemilu. Warga juga diajak untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif untuk mendukung pemilu yang adil dan jujur,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *