Pengadaan Gabah dan Beras di Maluku–Malut Terus Meningkat

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat capaian signifikan dalam realisasi target pengadaan pangan tahun 2026. Hingga hari ini, realisasi pengadaan gabah dan beras telah mencapai 63,21 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir kepada media, Selasa (10/2/26).

Rudy menjelaskan untuk tahun 2026, Kanwil Maluku dan Maluku Utara menargetkan pengadaan 1.936.000 kilogram gabah, 1.634.000 kilogram beras, serta 2.617.000 kilogram setara beras. “Target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat cadangan beras pemerintah di wilayah timur Indonesia,”jelas Rudy.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan realisasi harian, hingga saat ini pengadaan gabah mencapai 243.891 kilogram. Sementara itu, pengadaan beras belum menunjukkan realisasi pada hari berjalan. Adapun realisasi pengadaan setara beras tercatat sebesar 130.189 kilogram.

“Secara akumulatif, total realisasi pengadaan yang berhasil dihimpun Kanwil Maluku dan Maluku Utara mencapai 2.785.017 kilogram gabah, 240.200 kilogram beras, serta 1.654.153 kilogram setara beras. Capaian ini mencerminkan kinerja positif di tengah berbagai tantangan geografis dan distribusi yang dihadapi wilayah kepulauan seperti Maluku dan Maluku Utara,”ungkapnya.

Rudy mengatakan, pengadaan gabah dan beras di wilayah Maluku dan Maluku Utara tidak hanya bergantung pada musim panen, tetapi juga pada kelancaran distribusi serta sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan mitra kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut strategi pengadaan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kerja sama dengan para petani dan mitra pengadaan berjalan cukup baik. Kami terus memperkuat koordinasi agar realisasi pengadaan bisa terus meningkat dan target tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Rudy.

Baca Juga:  Sebanyak 244 Siswa SMA 3 Ambon, Lulus 100 Persen

Ia menambahkan, Kanwil Maluku dan Maluku Utara akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani, sekaligus mendorong pengadaan beras agar seimbang dengan target yang telah ditetapkan. “Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah,”tambahnya.

Ke depan, Rudy berharap optimistis capaian pengadaan akan terus meningkat seiring dengan masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi. “Pemerintah berharap upaya ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia,”harap Rudy. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *