Kasus Remaja Picu Polemik Porto–Haria, Warga Harap Kapolda–Pangdam Pulihkan Pos Kembali

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Situasi di Negeri Porto dan Haria, Kabupaten Maluku Tengah, dalam beberapa hari terakhir memanas akibat kasus kenakalan remaja yang memicu polemik di masyarakat hingga berkembang di media sosial dan komunikasi telepon genggam.

Ketua GEBET (Getsemani Betlehem) Reki Latuihamallo mengatakan, insiden tersebut bahkan sempat disertai ancaman sehingga menimbulkan kekhawatiran warga di kedua negeri bertetangga itu.

“Menanggapi perkembangan tersebut, kami dari pengurus GEBET telah mengambil langkah dengan berkoordinasi bersama pemerintah negeri serta unsur Muspika, yakni camat dan kapolsek, untuk membahas persoalan yang terjadi,” kata Reki kepada media, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, penanganan masalah perlu dilakukan melalui pendekatan keamanan agar kehidupan masyarakat Porto dan Haria tetap berjalan harmonis.

“Kami meminta agar proses penanganan dilakukan melalui pendekatan keamanan, sehingga tercipta rasa nyaman dalam kehidupan bersama antara kedua negeri dan jemaat, Porto dan Haria,” ujarnya.

Hasil koordinasi dengan kepolisian, lanjut Reki, juga menghasilkan saran agar pemerintah negeri dan pengurus yang telah dibentuk dapat melakukan pertemuan langsung dengan Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura guna merespons kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Masyarakat Porto dan Haria, kata dia, berharap aparat dapat menempatkan kembali petugas atau pos TNI di kedua negeri sebagai langkah penguatan stabilitas keamanan.

Selain itu, GEBET mendorong langkah pencegahan melalui jalur pendidikan. Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung Sabtu mendatang, unsur pendidikan dan pimpinan kecamatan diminta menghadirkan seluruh perwakilan sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.

“Pertemuan ini penting agar semua unsur dapat duduk bersama membahas persoalan kenakalan remaja yang terjadi, sehingga dapat diselesaikan secara bersama-sama,” kata Reki.

Baca Juga:  Rektor UM Maluku: Kampus Siap Menjadi Jembatan Literasi Teknologi bagi Nelayan dan Usaha Mikro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *