SNI.ID, AMBON — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku terus mendorong pengembangan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin inovatif, berkualitas, dan mampu memperluas akses pasar.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui fasilitasi keikutsertaan UMKM lokal dalam Salam Fest x Moluccas Digifest 2026. Sektor kuliner menjadi salah satu yang mendapat perhatian, salah satunya melalui kehadiran Mie Sehat Cempaka.
Mie Sehat Cempaka menawarkan produk mi dengan konsep sehat dan bernutrisi sebagai alternatif bagi masyarakat. Produk ini dikembangkan dengan mengedepankan penggunaan bahan-bahan pilihan serta proses produksi yang memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Pemilik Mie Sehat Cempaka mengatakan, inovasi tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan pilihan makanan yang tidak hanya memiliki cita rasa, tetapi juga memperhatikan kebutuhan kesehatan konsumen.
“Kami ingin memberikan alternatif baru bagi masyarakat. Mie ini kami buat dengan bahan-bahan pilihan yang diperkaya dengan nutrisi, sehingga tetap enak dikonsumsi namun tetap menjaga kesehatan tubuh,” ujarnya.
Keikutsertaan Mie Sehat Cempaka dalam Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan pasar.
Pengelola usaha menyampaikan apresiasi kepada BI Maluku atas fasilitasi yang diberikan sehingga produk UMKM tersebut dapat tampil dalam kegiatan berskala besar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia Maluku. Berkat fasilitasi dan dukungan dari BI, kami bisa hadir di sini dan memperkenalkan produk kami kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Bagi BI Maluku, keterlibatan UMKM dalam kegiatan seperti Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM, khususnya melalui perluasan akses pasar, promosi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Kehadiran Mie Sehat Cempaka menunjukkan bahwa UMKM Maluku memiliki potensi untuk terus menciptakan produk yang inovatif dan memiliki nilai tambah. Dengan dukungan dan fasilitasi yang berkelanjutan, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat yang lebih luas.









