Pejabat Baru Dilantik, Kakanwil Ditjenpas Maluku: Jadikan Jabatan sebagai Jalan Pengabdian

SNI.ID, AMBON – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, melantik sejumlah pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Ambon, Rabu (19/8/2026), dan dirangkaikan dengan serah terima jabatan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon.

Dalam pelantikan tersebut, Meta Putra AMD IP SHMNSI resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIA Ambon.

Meta Putra diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor MIP-338.PAS.1072.1.03.03 Tahun 2026 tentang pemberhentian dari jabatan manajerial dan nonmanajerial serta pengangkatan dalam jabatan administratif, jabatan pengawas dan pelaksana.

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 5 Agustus 2026 atas nama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Dr. Agus Masyhuri.

Selain Meta Putra, sejumlah pejabat lainnya juga mendapat amanah baru.

Nofrian IBCI BSHMM diangkat sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan pada Kanwil Ditjenpas Maluku.

Sementara Martial T.D. Marlisa, S.T., Herpas, dipercaya sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIA Ambon.

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Pembimbing Kemasyarakatan berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor MIP-338.PAS.1077.1.03.03 Tahun 2026.

Dua pejabat yang diangkat sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Ambon yakni Farhan Rajwa Walia Masud dan Fred Nik Daniel Ohoy Mutun Yesterpas.

Usai pembacaan keputusan, para pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah dan serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIA Ambon.

Dalam sambutannya, Ricky Dwi Biantoro menegaskan jabatan bukan sekadar kewenangan maupun kebanggaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.

Baca Juga:  Sambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, Korem 151/Binaiya Gelar Doa Bersama

“Jabatan bukan sebuah kewenangan, bukan hanya sebagai kebanggaan maupun kekuasaan, tetapi jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan,” tegas Ricky.

Ricky meminta pejabat yang baru dilantik tidak sekadar mengejar banyaknya kegiatan, tetapi memastikan setiap program memberikan hasil dan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

“Jangan hanya melakukan kegiatan, tetapi kita harus melihat hasilnya. Bekerjalah untuk memberikan hasil dan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas.

Menurut Ricky, organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu atau dua orang, tetapi melalui kerja bersama seluruh jajaran dengan visi yang sama.

Khusus kepada pejabat manajerial, Ricky meminta mereka menjadi penggerak organisasi, membangun kolaborasi dan memberikan keteladanan kepada jajaran.

Sedangkan kepada pejabat fungsional, ia meminta kesempatan pengembangan karier dimanfaatkan dengan terus meningkatkan kompetensi dan prestasi.

Jangan Ada Kompromi dengan Pelanggaran

Dalam kesempatan tersebut, Ricky secara khusus mengingatkan jajaran Rutan Kelas IIA Ambon untuk memperkuat keamanan dan ketertiban.

Ia meminta pejabat baru membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran serta stakeholder.

Ricky menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan pemasyarakatan.

Termasuk peredaran barang terlarang, penggunaan handphone ilegal maupun pelanggaran lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Bangun komunikasi dengan seluruh jajaran dan stakeholder. Jangan ada kompromi terhadap penyimpangan,” tegasnya.

Ricky juga meminta kepemimpinan baru Rutan Kelas IIA Ambon melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, memperbaiki kekurangan dan menghadirkan inovasi.

“Kepemimpinan harus memastikan bahwa program yang baik dilanjutkan, kekurangan diperbaiki dan inovasi dikembangkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan seorang pemimpin harus mampu menjadi penenang ketika organisasi menghadapi persoalan, memberikan arah ketika terjadi kebingungan dan tetap teguh menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga:  Universitas Terbuka Ambon Gelar OSMB dan Pelatihan Belajar Jarak Jauh, Wali Kota Beri Kuliah Umum

“Jadikan jabatan sebagai jalan pengabdian, bukan sebagai tempat mencari kepentingan,” tandas Ricky.

Dengan pelantikan tersebut, Ricky berharap pejabat yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas serta membawa kemajuan bagi pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Maluku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *