26 Tahun Hijrah Masyarakat Iha, Tim Peduli Gelar Tahlil dan Zikir di Tanah Leluhur

SNI.ID, SAPARUA TIMUR – Mengenang 26 tahun hijrahnya masyarakat Negeri Iha dari tanah leluhur, Komunitas Tim Peduli Iha menggelar tahlil dan zikir bersama di Rumah Singgah Negeri Iha, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang digelar setiap 23 September sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang perjalanan masyarakat Iha yang telah meninggalkan tanah leluhur selama 26 tahun.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Komunitas Tim Peduli Iha, Ghazali Hatala, mengatakan kegiatan tahun ini difokuskan pada doa bersama agar masyarakat Iha yang berada di berbagai daerah tetap terikat dengan tanah leluhur.

“Setiap tahun tepatnya setiap tanggal 23 September sudah menjadi agenda resmi untuk dilakukan doa bersama mengenang hijrahnya masyarakat Iha di tanah leluhur,” kata Ghazali.

Ia menjelaskan, masyarakat Iha dari sejumlah daerah sebenarnya direncanakan turut menghadiri kegiatan tersebut. Namun, karena tugas dan tanggung jawab masing-masing, masyarakat Iha yang berada di Namlea dan Ihaluhu belum dapat hadir.

“Yang hari ini datang itu dari Liang, Lengkong dan sebagian masyarakat dari Masohi,” ujarnya.

Selain doa bersama, Komunitas Tim Peduli Iha juga merencanakan kegiatan pembersihan Negeri Iha yang diperkirakan berlangsung pada November atau Desember 2026.

Ghazali mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya akan mengupayakan keterlibatan masyarakat dari negeri-negeri yang berada di Kecamatan Saparua Timur, khususnya negeri-negeri tetangga.

“Kami mungkin akan meminta partisipasi dari negeri-negeri yang ada di Kecamatan Saparua Timur, khususnya negeri tetangga,” katanya.

Pemprov Janjikan Bantuan 75 Unit Rumah

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Maluku Tegaskan Komitmen Dukung RAN Pengendalian HIV, TBC, dan Hepatitis

Sementara terkait pembangunan rumah bagi masyarakat Iha yang ingin kembali ke tanah leluhur, Ghazali mengatakan pihaknya menyerahkan proses tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengetahui keberadaan masyarakat Iha yang saat ini berada di dua lokasi, yakni Iha Liang dan Iha Sepa. Komunitas Tim Peduli Iha juga telah bertemu dengan Gubernur Maluku dan mendapat komitmen bantuan pembangunan rumah.

“Kami yang termasuk dalam Komunitas Tim Peduli Iha telah bertemu dengan Pak Gubernur dan sudah menjanjikan akan membantu sekitar 75 unit rumah,” ungkapnya.

Ghazali menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya waktu pelaksanaan pembangunan kepada pemerintah daerah karena program tersebut berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi.

“Kapan pelaksanaan pembangunan kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah karena itu merupakan program pemerintah daerah Kabupaten maupun Pemerintah Daerah Provinsi,” tegasnya.

Ia berharap, apabila pemerintah daerah telah memiliki perencanaan pembangunan rumah bagi masyarakat Iha Liang maupun Iha Sepa yang ingin kembali dan mendapatkan rumah di tanah leluhur, program tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap agar Pak Gubernur dan Pak Bupati jika sudah ada perencanaan untuk program pembangunan rumah untuk masyarakat Iha Liang maupun Iha Sepa yang ingin mendapatkan rumah di Negeri Iha, tanah leluhur, agar secepatnya dapat diakomodir,” harap Ghazali.

Kapolsek Ajak Masyarakat Jaga Tanah Leluhur

Kapolsek Saparua, AKP Samuel Siahaya, usai kegiatan mengatakan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat harapan masyarakat Iha agar dapat kembali ke tanah leluhur.

Ia mengajak masyarakat Iha, baik yang hadir maupun yang tidak sempat hadir, untuk bersama-sama memanjatkan doa agar tanah leluhur senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, perlindungan, serta kemudahan.

Baca Juga:  Kumham Naikan Doa Bersama Bagi Indonesia

“Kita berharap masyarakat Iha dapat segera kembali ke tanah leluhur,” kata Siahaya.

Menurutnya, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Karena itu, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga lingkungan, terutama lahan dan kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran selama musim kemarau.

Ia berharap harapan masyarakat Negeri Iha untuk kembali ke tanah leluhur, termasuk perhatian pemerintah daerah terkait pembangunan rumah, dapat segera terwujud.

Siahaya juga mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tanggung jawab bersama.

“Pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat perlu membangun kepedulian sejak dini agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” Ingatnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antarpihak dalam menghadapi kondisi musim kemarau.

“Sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan,” tekannya.

Dengan adanya doa bersama tersebut, masyarakat Iha berharap ikhtiar untuk kembali dan membangun kehidupan di tanah leluhur dapat terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *