SNI.ID, Ambon – PT PLN Energi Gas menyiapkan pembangunan infrastruktur gas di seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku. Proyek ini ditargetkan ikut menggerakkan ekonomi daerah dan membuka ribuan lapangan kerja.
Komisaris Utama PT PLN Energi Gas Saiful Chaniago mengatakan pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemanfaatan potensi gas Masela.
“Kami dari pihak PLN Energi Gas telah berkomitmen untuk mempertegas komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, khususnya di kawasan Indonesia Timur, lebih khusus lagi di Provinsi Maluku yang memiliki potensi gas Masela,” kata Saiful, kepada wartawan, Sabtu (12/9/26).
Saiful menyebut nantinya PLN Energi Gas akan mengembangkan cabang atau unit di masing-masing kabupaten/kota di Maluku.
Tak hanya menyediakan energi, proyek tersebut disebut bakal memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Setiap satu unit infrastruktur gas diperkirakan dapat menyerap sekitar 500 hingga 1.000 tenaga kerja.
“Setiap satu cabang, satu unit, bisa menyerap 500 sampai 1.000 tenaga kerja. Kami biasanya memprioritaskan anak-anak daerah yang ada di sekitar,” ujarnya.
Gas untuk Dukung Kelistrikan
Saiful mengatakan pemanfaatan gas juga diharapkan dapat mendukung penyediaan listrik yang lebih efisien di Maluku.
Dia menyoroti penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya dalam penyediaan listrik.
“Gas menurut pandangan kami merupakan sumber energi yang lebih efisien dan ekonomis. Masyarakat juga akan mendapatkan harga yang lebih murah serta daya terang yang lebih optimal,” katanya.
Gas nantinya akan dimanfaatkan dan disalurkan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan masyarakat, khususnya di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Untuk mendukung distribusi, infrastruktur yang disiapkan akan mencakup fasilitas penyimpanan dan penyaluran gas, termasuk jaringan perpipaan.
Namun, kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi tidak seluruhnya dapat dilakukan menggunakan pipa.
“Kalau di wilayah kepulauan tidak bisa menggunakan pipa, biasanya kita pakai kapal untuk mendistribusikan gas ke seluruh wilayah kepulauan yang ada di Provinsi Maluku,” jelas Saiful.
Infrastruktur Lama Bakal Dikembangkan
Saiful mengungkapkan sejumlah infrastruktur dasar gas sebelumnya telah dibangun di beberapa wilayah Maluku dan Maluku Utara sejak sekitar 2004.
Namun, infrastruktur tersebut belum berjalan optimal karena saat itu sumber gas yang tersedia belum memadai.
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya. Dengan adanya pengembangan gas Masela, infrastruktur yang telah tersedia akan dikembangkan kembali dan diperluas.
“Infrastruktur gas yang sudah ada akan kita kembangkan kembali untuk lebih banyak di semua kabupaten/kota di Maluku,” ujarnya.
Selain membuka lapangan kerja, PLN Energi Gas juga berencana memberikan manfaat ekonomi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.
Saiful mengatakan masyarakat lokal akan menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja maupun penerima manfaat program perusahaan.
“Saya sebagai Komisaris Utama dan kebetulan saya orang Maluku, insyaallah saya akan mempercepat itu,” katanya.
Dia berharap pembangunan infrastruktur gas tersebut dapat mulai direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk persiapan lokasi dan tim yang disebut telah dilakukan.
Pengembangan infrastruktur gas ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Maluku serta Indonesia Timur.









